Aset Dana Pensiun BCA Akhir 2025 Capai Rp6,11 Triliun, Ini Pemicunya

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Dana Pensiun Pemberi Kerja Penyelenggara Program Pensiun Iuran pasti (PPIP) Bank Central Asia atau Dapen BCA mencatat total aset perusahaan mencapai Rp6,11 triliun per akhir 2025.

Direktur Utama Dapen BCA Budi Sutrisno menyampaikan nilai aset tersebut tumbuh sebesar 3,61% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

“Pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi oleh hasil investasi sepanjang tahun berjalan serta dinamika pasar obligasi dan saham,” ucapnya kepada Bisnis, Senin (9/2/2026).

Untuk diketahui, per Desember 2025 Return on Investment (ROI) Dapen BCA tercatat sebesar 8,8%. Capaian ini dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan atas komposisi investasi dan pemanfaatan momentum pasar yang ada.

Oleh karena itu, Budi mengatakan untuk 2026 pihaknya menargetkan pertumbuhan yang sejalan dengan kondisi pasar dan proyeksi regulator.

“Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kesinambungan jangka panjang. Target pertumbuhan akan sangat bergantung pada stabilitas pasar serta pencapaian hasil investasi yang optimal,” sebutnya.

Baca Juga

  • Sejumlah Tantangan Ini Membayangi Proyeksi Aset Dapen Tumbuh 12%
  • Limit Investasi jadi 20%, OJK Dorong Asuransi dan Dapen Perkuat Peran Investor Institusi
  • Ada 6 Asuransi & Reasuransi serta 7 Dapen Masuk Pengawasan Khusus per Desember 2025

Perlu diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset dana pensiun bisa tumbuh 10%—12% YoY pada 2026. Dapen BCA menilai outlook itu masih dalam rentang yang realistis, sepanjang kondisi ekonomi domestik tetap stabil dan volatilitas global dapat terkendali.

Budi menjelaskan, pertumbuhan aset dana pensiun pada dasarnya ditopang oleh dua faktor utama yakni akumulasi iuran dan hasil investasi. Dari sisi investasi, pergerakan suku bunga yang lebih kondusif, stabilitas pasar obligasi, serta kinerja pasar saham yang positif akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai wajar portofolio.

“Di sisi lain, kesinambungan arus iuran dan pengelolaan kewajiban manfaat juga turut menentukan pertumbuhan bersih aset dana pensiun,” ujarnya.

Untuk mendongkrak pertumbuhan aset kelolaan pada 2026 ini, Dapen BCA akan fokus pada keseimbangan antara imbal hasil dan pengelolaan risiko. Kemudian, penyesuaian alokasi aset dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan proyeksi suku bunga.

Baginya, instrumen pendapatan tetap menjadi pilar utama, mengingat karakteristik kewajiban jangka panjang dana pensiun. Pada saat yang sama pula, penempatan pada saham dilakukan secara selektif untuk menangkap potensi pertumbuhan, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

“Penguatan manajemen risiko dan pengelolaan likuiditas juga menjadi prioritas agar kewajiban pembayaran manfaat tetap terjaga,” tegas Budi.

Di sisi lain, Budi turut membeberkan tantangan yang berpotensi menahan laju pertumbuhan aset dapen adalah berasal dari volatilitas pasar keuangan, khususnya pergerakan yield obligasi dan dinamika pasar saham.

“Kenaikan yield dapat menekan valuasi portofolio obligasi, sementara pasar saham sangat dipengaruhi sentimen global dan arus dana asing,” tuturnya.

Selain itu, tren peningkatan pembayaran manfaat seiring bertambahnya peserta pensiun juga perlu dikelola secara hati-hati agar tidak mengurangi fleksibilitas investasi.

“Pendekatan yang disiplin, diversifikasi portofolio, serta pengelolaan likuiditas yang memadai menjadi langkah mitigasi utama yang kami terapkan,” sebut Budi.

Lebih jauh, dia turut menyampaikan secara industri, pekerja informal dan generasi muda memiliki potensi besar dalam memperluas basis peserta dana pensiun. Menurutnya, partisipasi yang lebih luas akan memperkuat akumulasi iuran jangka panjang dan meningkatkan skala industri.

“Namun demikian, untuk dana pensiun pemberi kerja seperti Dapen BCA, pertumbuhan aset tetap lebih ditentukan oleh perkembangan jumlah peserta aktif internal, kesinambungan iuran, serta kinerja investasi. Secara makro, peningkatan literasi dan kesadaran pensiun di kalangan generasi muda tetap menjadi faktor positif bagi industri secara keseluruhan,” tutup Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Identitas 11 Tersangka Kasus KorupsI CPO yang Rugikan Negara Rp14 Triliun
• 11 jam laludisway.id
thumb
Viral! Detik-Detik Copet Beraksi di Blok M Terekam CCTV | KOMPAS SIANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
5 Fakta Video Viral Lansia Dituduh Jukir Liar di Jakarta Utara, Ternyata Pensiunan Guru
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Wamen PPPA Tekankan Respons Cepat Sebagai Kunci Putus Jerat Eksploitasi Anak di Ruang Digital
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jorge Jesus Siap Promosikan Hayder Abdulkareem, Amunisi Anyar Al Nassr Itu akan Debut Melawan Al Fateh?
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.