Dampak Beruntun Kebakaran Gudang Pestisida: Sungai Cisadane Tercemar, Ikan Mati Massal

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com — Kebakaran gudang pestisida di eilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2/2026) malam, diduga mencemari aliran Sungai Cisadane.

Dampaknya merembet hingga ke Kota Tangerang, menyebabkan gangguan distribusi air bersih dan kematian ikan secara massal.

Pencemaran limbah kimia tersebut membuat operasional instalasi pengolahan air (IPA) Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang terpaksa dihentikan sementara. Akibatnya, pasokan air PAM di sejumlah wilayah sempat padam dan mengalami perubahan warna.

Baca juga: Ikan Sungai Cisadane Mabuk dan Mati Tak Wajar Usai Gudang Pestisida Terbakar

Air baku Sungai Cisadane tercemar

Direktur Umum Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang Dody Efendi mengatakan, pencemaran air baku Sungai Cisadane terdeteksi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air berminyak, dan ikan mati mendadak. Atas kondisi tersebut, seluruh IPA Perumda Tirta Benteng kami hentikan operasinya,” ujar Dody, Selasa (10/2/2026).

Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga kualitas air minum agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan, Perumda Tirta Benteng berkoordinasi dengan pengelola Bendung 10 guna membuka pintu air agar limbah terdorong keluar dari aliran Sungai Cisadane.

“Pada pukul 22.30 WIB, kami berkoordinasi dengan pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan 10 dengan tujuan agar limbah terdorong ke laut,” kata Dody.

Selama proses tersebut, kualitas air dipantau secara berkala setiap 30 menit. Setelah beberapa jam pemantauan, kondisi air dinyatakan berangsur membaik dan instalasi pengolahan air kembali dioperasikan secara bertahap sejak Selasa dini hari.

Baca juga: Dampak Kebakaran Gudang Pestisida Cemari Sungai Cisadane hingga Air PAM Berubah Coklat

Air PAM sempat padam dan berubah warna

Meski operasional IPA kembali berjalan, dampak pencemaran masih dirasakan warga. Hasan (35), warga Keroncong, Kota Tangerang, mengatakan air PAM di rumahnya sempat tidak mengalir sejak sekitar pukul 01.00 WIB.

Air baru kembali mengalir sekitar pukul 07.00 WIB, namun kondisinya belum normal.

“Waktu mau berangkat kerja pas buka keran airnya jadi warna coklat. Sudah pakai saringan keran tetap saja airnya keruh," ucap Hasan saat dikonfirmasi, Selasa.

Hasan juga mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait penghentian distribusi air PAM di wilayahnya.

"Biasanya kalau air PAM mati ada pemberitahuan, ini tiba-tiba cek di akun Instagram Perumda Tirta tidak ada wilayah yang terdampak," kata dia.

Baca juga: Penampakan Ikan Mati di Sungai Cisadane, Mengapung dan Terbalik di Permukaan Air

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Ikan mabuk hingga mati massal

Pencemaran Sungai Cisadane turut ditandai dengan kematian ikan secara massal. Pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah ikan mati mengapung di beberapa titik aliran sungai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Pastikan Kawal Penuh Program Pemerintah
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lengkap! Ini Tata Cara Pengajuan Peninjauan Kembali (PK) Sengketa Pajak di MA
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Terima Kurma Kerajaan Arab Saudi, Menag Bakal Distribusikan ke Masjid IKN hingga Ormas Islam
• 8 detik laluokezone.com
thumb
Bos Danantara Blak-blakan Alasan Pembentukan Perminas
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bapeten Gelar Cek Kesehatan Gratis: Rontgen hingga Malaria
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.