Harga Emas Terkoreksi, tapi Tetap Bertahan di Atas USD5.000

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia terkoreksi pada Selasa (10/2/2026), menghentikan reli dua hari dan masih bertahan di atas level USD5.000 per troy ons.

Harga Emas Terkoreksi, tapi Tetap Bertahan di Atas USD5.000. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga emas dunia terkoreksi pada Selasa (10/2/2026), menghentikan reli dua hari dan masih bertahan di atas level USD5.000 per troy ons.

Menurut data pasar, emas spot melemah 0,65 persen ke USD5.025,12 per troy ons.

Baca Juga:
Dirut BSI (BRIS) Buka-bukaan Sumber Kenaikan Laba Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Sejumlah pelaku pasar menilai volatilitas harga emas belakangan ini berpotensi segera mereda dan berganti reli baru, mengingat banyak faktor fundamental yang mendorong kenaikan emas sejauh ini masih tetap utuh.

“Bank sentral kemungkinan besar akan terus membeli emas,” ujar David Miller, pengelola Gold Enhanced Yield ETF di Strategy Shares, dikutip Dow Jones Newswires.

Baca Juga:
Indonet (EDGE) Ajukan Go Private, Baru IPO 5 Tahun Lalu

Miller menambahkan, “Pembelian tersebut terus melampaui pasokan, yang masih relatif terbatas karena bisnis pertambangan emas selama bertahun-tahun tergolong kurang menguntungkan.”

Di sisi lain, kontrak berjangka perak tercatat turun 2,8 persen.

Baca Juga:
Momentum Saham Ritel Jelang Ramadan-Lebaran

Data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap sikap Federal Reserve (The Fed) yang lebih akomodatif.

Melansir dari Trading Economics, sejumlah indikator aktivitas yang melemah telah menggeser ekspektasi suku bunga.

Indikator tersebut mulai dari penjualan ritel Desember yang stagnan secara tak terduga, kelompok kontrol PDB yang turun 0,1 persen, jumlah lowongan kerja yang merosot ke level terendah sejak 2020, hingga pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta yang berada di bawah perkiraan.

Seluruh data tersebut mengindikasikan permintaan yang mendingin dan tekanan inflasi yang mereda.

Rilis data ini menurunkan ekspektasi suku bunga dan memperkuat argumen bagi pelonggaran kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini, sehingga memberikan landasan fundamental yang lebih kokoh bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Permintaan dari sektor resmi tetap menjadi penopang struktural utama. Bank sentral China tercatat memperpanjang pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari.

Sementara itu, risiko geopolitik terus menopang permintaan aset lindung nilai. Ketegangan antara AS dan Iran masih berlanjut meski terdapat sinyal kemajuan diplomatik awal, sehingga menjaga risiko penurunan harga tetap terbatas. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos Gus Ipul: BPJS 106 Ribu Pasien Penyakit Kronis PBI-JK Aktif Kembali
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Selle KS Dalle Dinilai Bisa Menjadi Tokoh Ideal Redam Konflik Bupati vs Ketua DPRD Soppeng
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Reaksi Jujur Ko Hee-jin usai Red Sparks Menelan 9 Kekalahan Beruntun di Liga Voli Korea: Saya Akui
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Paramount Naikkan Tawaran Sebesar US$30 per Lembar Saham pada Warner Bros
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
OSO Lantik Pengurus MABT Indonesia, Tegaskan AD/ART Harus Tetap Berlandaskan UUD NRI 1945
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.