Pimpinan MPR RI menegaskan upaya penuh negara dalam mempercepat pemulihan Aceh pascabencana sebagai prioritas nasional. Pembangunan kembali Aceh bukan sekadar pemulihan infrastruktur, melainkan manifestasi nyata dari solidaritas kebangsaan yang menempatkan Aceh sebagai pilar krusial bagi keutuhan Indonesia.
"Apa yang terjadi di Aceh adalah peristiwa yang juga melukai hati kami semua. Aceh adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
"Sakit Aceh adalah sakit kita bersama, dan bencana Aceh adalah bencana kita semua," sambungnya.
Hal itu ditegaskan Muzani di pertemuan silaturahmi Pimpinan MPR RI dalam penyerahan bantuan untuk korban bencana untuk delapan kabupaten di Aceh, di Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Selasa (10/2).
Muzani menegaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif antara Pimpinan MPR RI dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat akibat bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) di penghujung November 2025 lalu.
Muzani menyampaikan Muzakir juga telah menggambarkan kondisi yang dihadapi saat ini sebagai 'tsunami kedua', mengingat besarnya dampak sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang harus ditangani.
Salah satu usulan penting yang disampaikan adalah pembentukan badan rekonstruksi dan rehabilitasi khusus, sebagaimana pascatsunami Aceh sebelumnya, guna mempercepat pemulihan pascabencana.
Muzani juga mengungkapkan seluruh pokok pikiran dan aspirasi Pemprov Aceh telah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan mendapat respons positif.
"Komitmen DPR RI dan pemerintah pusat sudah sangat jelas. Kami akan terus mengawalnya melalui fraksi dan komisi terkait, sesuai tugas dan fungsi masing-masing," ujar Muzani.
Para pimpinan MPR RI juga menerima paparan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah serta laporan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penanganan Bencana Muhammad Tito Karnavian terkait perkembangan penanganan di lapangan.
Muzani menyampaikan apresiasi atas kerja keras TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB), dan seluruh jajaran pemerintah.
"Kami bangga atas kerja keras seluruh aparat dan pemerintah. Hingga saat ini hampir 99% listrik di Aceh telah kembali menyala, dan akses jalan serta jembatan yang sempat terputus terus dipulihkan," kata Muzani.
Di bidang kesehatan, lanjut Muzani, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) terus memastikan pelayanan rumah sakit dan puskesmas tetap berjalan bagi masyarakat terdampak.
Seluruh langkah tersebut dilakukan atas arahan langsung Prabowo yang bertekad membangun kembali Aceh secara menyeluruh, bahkan lebih baik dari kondisi sebelum bencana.
Demi Sukacita Tradisi Meugang
Dengan keterbatasan yang ada, Pemprov Aceh diketahui tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pangan dalam menjalankan tradisi Meugang agar masyarakat tetap bersukacita dalam menyambut Ramadan.
Terlebih tradisi tersebut juga sudah sangat mengakar kuat di masyarakat Aceh sejak ratusan tahun lalu, pimpinan MPR RI pun tegas untuk mendukung hal tersebut dengan memastikan kebutuhan pangan.
"Kami berdiskusi mengenai prioritas bantuan yang dapat diberikan, apakah dalam bentuk kebutuhan pangan Meugang atau kebutuhan ibadah seperti sajadah, sarung, mukena, kerudung, pakaian, hingga Al-Qur'an. Dengan keterbatasan yang ada, Pemerintah Provinsi Aceh memutuskan untuk memprioritaskan pelaksanaan Meugang terlebih dahulu," tutur Muzani.
Selain itu, Muzani mencatat sejumlah persoalan lain yang akan diperjuangkan, seperti pelonggaran pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui sistem barcode untuk mendukung operasional alat berat, keterbatasan ternak akibat bencana, serta keberlanjutan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi sekitar 500 ribu warga Aceh.
Sebagai bentuk kepedulian konkret, Pimpinan MPR menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 15.000 paket sembako berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan kesehatan, serta 15.000 paket ibadah yang terdiri atas Al-Qur'an dan perlengkapan salat.
Bantuan tersebut disalurkan kepada delapan kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh.
Lebih rinci, bantuan tersebut yaitu 15.000 paket sembako dan 15.000 paket ibadah yang terbagi untuk delapan kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
"Kami ingin memastikan masyarakat Aceh tidak merasa sendirian. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota akan terus bergandengan tangan," kata Muzani.
"Kami optimistis Aceh akan bangkit dan menjadi lebih baik," imbuhnya.
Diketahui, para pimpinan MPR RI dan jajarannya hadir tiba di Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Selasa (10/2) pagi, sekitar pukul 09.11 waktu setempat menggunakan pesawat TNI AU, yang kemudian disambut oleh tarian tradisional khas Aceh, Tari Ranup Lampuan oleh Sanggar Wareh Budaya.
Rangkaian kunjungan pimpinan MPR RI kemudian diakhiri dengan pertemuan bersama para ulama Aceh di Pondok Pesantren Mahyal Ulum Sibireh, Aceh Besar.
Kehadiran Pimpinan MPR RI di Tanah Rencong bukan sekadar seremoni formal kenegaraan, melainkan langkah kaki persaudaraan untuk menjemput harapan yang sempat terpuruk.
Di sela-sela dentum doa yang merayap di langit Aceh, terselip janji bahwa fajar pemulihan akan segera menyingsing.
Sebagaimana Tari Ranup Lampuan yang menyambut dengan kemuliaan, komitmen negara ini menjadi simbol bahwa meski bencana melukai raga Aceh, namun semangat kebangsaan tetap menjaga nyala api kebangkitannya agar tak padam ditelan duka.
Sebagai informasi, kunjungan ini turut dihadiri oleh para Wakil Ketua MPR, di antaranya Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Tidak hanya itu, Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) Taruna Ikrar juga turut hadir.
Kemudian turut hadir jajaran perwakilan Fraksi Gerindra MPR RI Khalid, Sugiat Santoso, dan M Husni.
Adapun dari Fraksi PDIP MPR RI yakni Sonny Tri Danaparamita, dari Fraksi Demokrat MPR RI H Anton Sukartono, dan dari Sekretariat Fraksi PAN MPR RI Muhammad Hoerudin A.
Tidak hanya itu, turut serta Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Paul Liyanto; Plt Sekeretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI Siti Fauziah, bersama jajarannya yakni, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan dan Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo.
(hnu/ega)





