JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa, jumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan menjadi pasukan perdamaian di Gaza, Palestina masih dibicarakan.
Namun, ia memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 8 ribu personel.
"Belum, sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8 ribu," kata Prasetyo, Rabu, 11 Januari 2026.
BACA JUGA:Update Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 11 Februari 2026, Hati-Hati Hujan Deras!
BACA JUGA:Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi CPO, Ini Daftarnya!
Menurutnya, ada sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Pasukan ISF ini merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Politikus Partai Gerindra ini mengatakan Indonesia masih berada pada tahap persiapan dan menunggu adanya kesepakatan internasional yang menjadi dasar pengiriman pasukan perdamaian.
"Belum. Kita baru mempersiapkan diri aja kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," tegasnya.
Terkait pelaksanaan KTT perdana BoP yang dijadwalkan pada 19 Februari 2026, Pras menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan resmi.
BACA JUGA:Puasa Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Persiapan War Takjil Semakin Dekat
BACA JUGA:Akulaku PayLater Hadir di Seluruh Transmart, Belanja Lebih Fleksibel dan Ringan
Meski demikian, ia mengaku masih menunggu konfirmasi kehadiran Prabowo. Adapun mengenai kewajiban iuran keanggotaan Indonesia di BoP, Mensesneg menyebut saat ini masih dalam proses teknis dan prosedur kenegaraan.
"Belum (bayar iuran). Nanti kan ada teknisnya, urusan negara itu kan tidak mudah. Ada prosedurnya, ada tahapannya," imbuh Prasetyo.





