RISE Mantapkan Strategi Recurring Income, Bidik Pertumbuhan Stabil di 2026

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menurutnya, pengembangan aset berorientasi pendapatan berulang merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga fundamental keuangan.

RISE Mantapkan Strategi Recurring Income, Bidik Pertumbuhan Stabil di 2026. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) memulai tahun 2026 dengan strategi pengembangan aset produktif di segmen lifestyle dan hospitality guna memperkuat sumber pendapatan berulang (recurring income). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas arus kas serta mendukung keberlanjutan kinerja Perseroan.

Melalui entitas usahanya, Tanrise Property, RISE mengembangkan sejumlah proyek di Taman Dayu, Malang, dan Bali. Manajemen memperkirakan proyek-proyek tersebut berpotensi menambah kontribusi pendapatan konsolidasi sekitar Rp28 miliar per tahun dan memperkuat struktur keuangan perusahaan ke depan.

Baca Juga:
Emiten Hermanto Tanoko (RISE) Bagikan 5,2 Miliar Saham Bonus, Catat Jadwalnya

Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi periode penting bagi Perseroan dalam membangun pertumbuhan yang lebih stabil. Menurutnya, pengembangan aset berorientasi pendapatan berulang merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga fundamental keuangan dan memberikan nilai bagi pemegang saham.

“Salah satu proyek yang sedang berjalan berada di kawasan Taman Dayu, dengan rencana soft opening pada 18 Maret 2026 dan nilai investasi sekitar Rp37 miliar. Proyek ini diarahkan untuk mendukung ekosistem kawasan serta menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi Perseroan,” ungkapnya yang dikutip dalam press rilis yang diterima pada Rabu (11/02/2026).

Baca Juga:
Emiten Hermanto Tanoko (RISE) Tebar Saham Bonus, Harga Teoritis Ditetapkan Rp6.550

Di sisi lain, RISE telah merealisasikan pembagian saham bonus pada 9 Februari 2026 sesuai keputusan RUPS 8 Januari 2026. Perseroan membagikan saham bonus senilai total Rp525,36 miliar dengan rasio 25 saham lama berbanding 12 saham bonus, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Manajemen menilai fluktuasi harga saham pasca aksi korporasi merupakan mekanisme pasar yang wajar dan bagian dari proses penyesuaian harga. RISE menegaskan bahwa kondisi fundamental perusahaan tetap solid seiring berjalannya proyek-proyek strategis.

Baca Juga:
Siap-Siap, Saham Bonus RISE Rp525,36 Miliar Masuk Rekening Hari Ini

Perseroan menyatakan akan tetap fokus pada pengembangan bisnis inti dan penyelesaian proyek yang sedang berjalan guna mendukung target kinerja tahun 2026.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Fee Proyek yang Diterima Sudewo
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Selidiki Dugaan Pidana di Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kawal Program Presiden Prabowo, Kapolri Fokuskan Rapim 2026 pada Ketahanan Pangan hingga Hilirisasi
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Pemulihan Pascabencana Aceh, MPR RI Salurkan 15 Ribu Paket Bantuan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepsek Diduga Aniaya Guru SD di Nunukan, Komisi X DPR: Sanksi Jika Terbukti
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.