BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Kasus kematian pria asal Tangerang, Banten, yang ditemukan tewas dalam sebuah kamar penginapan di kawasan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, masih terus didalami polisi. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar penginapan yang berada di Jalan Baypas Soekarno-Hatta, Kedaton dengan kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban.
Dalam penyelidikan kasus, polisi menyita rekaman CCTV, termasuk dari sebuah minimarket yang tak jauh dari lokasi penginapan. Rekaman itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengusutan kasus kematian pria asal Tangerang tersebut.
Dalam rekaman, korban terlihat sempat berbelanja sejumlah makanan dan barang kebutuhan. Dia datang bersama seorang pria berinisial AM yang berprofesi sebagai tukang ojek.
Seusai berbelanja, korban diantar menuju kamar penginapan yang diduga menjadi lokasi terakhir terlihat hidup. Keterangan ini diperkuat oleh kesaksian warga setempat.
"Bapak itu sendirian jalan kaki. Waktu datang mukanya lesu," ujar saksi Femi Jayadi, Rabu (11/2/2026).
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman secara ilmiah.
"Kami masih dalami dengan penyelidikan ilmiah. Sudah ada lima saksi diperiksa dan ditambah lagi tiga orang," katanya.
Sejauh ini, sedikitnya delapan orang saksi telah diperiksa, termasuk pria yang mengantar korban serta wanita pengelola penginapan. Barang-barang yang dibeli korban di minimarket juga ditemukan di dalam kamar saat olah TKP.
Polisi masih mengumpulkan alat bukti tambahan, termasuk hasil autopsi dan analisis forensik. Penyidik mendalami peran setiap saksi untuk memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus kematian pria asal Tangerang tersebut.
Hingga kini, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses autopsi. Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil penyelidikan lebih lanjut diperoleh terkait kasus kematian pria asal Tangerang ini.
Original Article




