AS sanksi bursa emas Hizbullah, jaringan pengadaan internasional

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Departemen Keuangan AS, Selasa (10/2), menjatuhkan sanksi kepada perusahaan pertukaran emas yang terkait dengan Hizbullah dan jaringan pengadaan internasional.

"Hari ini, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS mengambil tindakan untuk mengganggu dua mekanisme utama yang digunakan Hizbullah untuk mempertahankan stabilitas ekonominya: menghasilkan pendapatan dalam koordinasi dengan rezim Iran dan mengeksploitasi sektor keuangan informal Lebanon," kata lembaga tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kantor tersebut memberikan sanksi kepada perusahaan pertukaran emas Jood SARL, yang beroperasi di bawah pengawasan Al-Qard Al-Hassan yang ditunjuk AS sebagai bagian dari Hizbullah dan "mengubah cadangan emas Hizbullah menjadi dana yang dapat digunakan untuk mendukung rekonstruksi kelompok teroris tersebut," menurut pernyataan itu.

Departemen Keuangan juga menargetkan skema pengadaan internasional dan pengiriman komoditas yang diatur oleh para pemodal Hizbullah, yang beroperasi di seluruh wilayah, termasuk Iran, kata pernyataan itu.

"Departemen Keuangan akan berupaya memutus akses para teroris ini dari sistem keuangan global untuk memberi Lebanon kesempatan untuk kembali damai dan makmur," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Di bawah sanksi tersebut, semua properti dan kepentingan dalam properti milik orang-orang yang ditetapkan di AS atau di bawah kendali warga negara AS diblokir dan harus dilaporkan ke kantor tersebut, menurut pernyataan itu.

Entitas yang dimiliki 50 persen atau lebih oleh orang-orang yang diblokir juga diblokir.

AS menetapkan Hizbullah sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus pada 31 Oktober 2001, dan sebagai Organisasi Teroris Asing pada 8 Oktober 1997.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Hizbullah tuding Israel-AS kampanye terkoordinasi terhadap Lebanon

Baca juga: Lebanon terkejut Kuwait masukkan 8 RS Lebanon ke daftar sanksi teroris


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi RI Tumbuh Nomor 1 di G20
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Teja Paku Alam Pasang Target Berani, Persib Bandung Bidik Hasil Positif di Markas Ratchaburi
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Imlek & Ramadan Berdekatan Jadi Momentum Memperkuat Toleransi di Kota Semarang
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Sederet Pernyataan Bonatua saat Penuhi Panggilan Jadi Saksi Ahli dari Kubu Roy Suryo Cs
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.