Pantau - Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada perusahaan pertukaran emas dan jaringan pengadaan internasional terkait Hizbullah, Selasa 10 Februari 2026.
Target Sanksi dan Mekanisme HizbullahKantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS menyatakan sanksi ini menargetkan dua mekanisme utama Hizbullah dalam mempertahankan stabilitas ekonomi, yaitu menghasilkan pendapatan melalui koordinasi dengan rezim Iran dan mengeksploitasi sektor keuangan informal Lebanon.
Perusahaan pertukaran emas Jood SARL menjadi target karena beroperasi di bawah pengawasan Al-Qard Al-Hassan yang ditunjuk AS sebagai bagian dari Hizbullah.
Jood SARL disebut mengubah cadangan emas Hizbullah menjadi dana yang dapat digunakan untuk mendukung rekonstruksi kelompok teroris tersebut.
Departemen Keuangan AS juga menargetkan skema pengadaan internasional dan pengiriman komoditas yang diatur pemodal Hizbullah di berbagai wilayah, termasuk Iran.
Tujuan dan Dampak SanksiMenteri Keuangan AS, Scott Bessent, menekankan, "Tujuan sanksi ini adalah untuk memutus akses para teroris dari sistem keuangan global agar Lebanon dapat kembali damai dan makmur," ungkapnya.
Bawah sanksi, semua properti dan kepentingan dalam properti milik orang-orang yang ditetapkan di AS atau di bawah kendali warga negara AS diblokir dan harus dilaporkan ke kantor tersebut.
Entitas yang dimiliki 50 persen atau lebih oleh orang-orang yang diblokir juga akan diblokir.
AS menetapkan Hizbullah sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus pada 31 Oktober 2001 dan sebagai Organisasi Teroris Asing pada 8 Oktober 1997.




