Kantongi Izin Bank Devisa, Ini Strategi BCA Syariah Perkuat Layanan Valas

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT Bank BCA Syariah memfokuskan penguatan layanan valuta asing (valas) setelah resmi mengantongi izin sebagai bank devisa. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah ritel maupun organisasi, seiring meningkatnya aktivitas transaksi lintas negara.
 
BCA Syariah menyampaikan, setelah memperoleh izin bank devisa, terdapat dua kebutuhan utama yang menjadi perhatian perseroan, yakni kebutuhan nasabah ritel dan kebutuhan organisasi atau korporasi. Pada tahap awal, perseroan memilih untuk memperkuat layanan di segmen ritel terlebih dahulu.
 
Baca juga: Laba Bersih BCA Syariah Naik 15.4%

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum menuturkan produk pertama yang diluncurkan adalah Saku Valas, yang saat ini telah memasuki tahap uji coba atau pilot. Produk ini dirancang khusus untuk nasabah ritel agar dapat menyimpan dana dalam mata uang asing secara lebih mudah dan fleksibel.
 
“Ke depan, dana yang tersimpan di Saku Valas tidak hanya berfungsi sebagai tabungan, tetapi juga akan dikembangkan untuk mendukung layanan remitansi ke luar negeri,” tegas dia. 

Selain itu, BCA Syariah juga menyiapkan agar saku valas dapat digunakan untuk transaksi atau belanja di luar negeri, sehingga memberikan pengalaman perbankan yang lebih menyeluruh bagi nasabah ritel.
 
Nasabah dapat membeli mata uang asing, seperti dolar AS atau yen Jepang, langsung dari rekening rupiah mereka. Dana tersebut kemudian akan tersimpan di Saku Valas sesuai dengan mata uang yang dipilih.
 
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan nasabah organisasi atau korporasi, BCA Syariah berencana mengembangkan produk giro valas. Produk tersebut akan dibangun secara bertahap seiring dengan penguatan ekosistem layanan devisa perseroan.
 
“Terkait kerja sama internasional, BCA Syariah memilih pendekatan yang lebih fleksibel dengan menyediakan layanan remitansi ke berbagai negara. Layanan ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembayaran biaya pendidikan di luar negeri maupun kebutuhan transfer internasional lainnya,” tegas dia.
 
PT Bank BCA Syariah menegaskan prinsip customer focus sebagai landasan utama dalam pengembangan seluruh produk dan layanannya. Setiap inisiatif yang dijalankan perseroan selalu berangkat dari kebutuhan nyata nasabah, khususnya nasabah ritel.
 
Manajemen BCA Syariah menyampaikan, pendekatan customer focus dilakukan dengan memahami secara langsung kebutuhan nasabah, kemudian merancang produk yang relevan, sederhana, dan mudah digunakan. Strategi ini menjadi acuan dalam pengembangan layanan, termasuk pada segmen valuta asing (valas).
 
Pada tahap awal pengembangan layanan valas, BCA Syariah memfokuskan diri pada pemenuhan kebutuhan nasabah ritel. Fokus tersebut berbeda dengan skema penempatan dana valas pemerintah yang umumnya dilakukan dalam jumlah besar melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Produk valas BCA Syariah tidak masuk dalam skema tersebut. Kinerja BCA Syariah  Di sisi kinerja, BCA Syariah menargetkan pertumbuhan double digit pada 2026, baik dari sisi pembiayaan, aset, dana pihak ketiga, maupun profitabilitas. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan memperkuat fitur-fitur layanan, khususnya di segmen ritel, termasuk melalui pengembangan ekosistem digital dan layanan remitansi.
 
Dari sisi pembiayaan, BCA Syariah tetap menerapkan prinsip selektif dengan fokus pada segmen-segmen yang memiliki fundamental kuat, baik di sektor konsumer maupun komersial. Perseroan menilai masih terdapat peluang pertumbuhan yang sehat di berbagai segmen pembiayaan.
 
Dalam menjaga kualitas aset, BCA Syariah menegaskan komitmennya untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Penilaian terhadap prospek usaha, kualitas agunan, dan risiko dilakukan secara menyeluruh guna menjaga rasio non-performing financing (NPF) tetap terkendali.
Saat ini, rasio net NPF BCA Syariah tercatat berada di bawah 2%, dan perseroan berkomitmen untuk mempertahankan level tersebut seiring dengan ekspansi bisnis ke depan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yaqut Cholil Qoumas Lawan KPK, Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji Digelar 24 Februari
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Pengamat: Polri Harus Berbenah dari Mentalitas hingga Sistem Pengawasan
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Taipan Nasional di Hambalang, Dorong ‘Indonesia Incorporated’ untuk Genjot Ekonomi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
1.869 P3K Paruh Waktu Kota Baubau Resmi Terima SK Pengangkatan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Ibu Savannah Guthrie Hilang Misterius, Polisi Temukan Tanda Kriminalitas di TKP
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.