Promosi kesejahteraan digital tadi juga ditujukan untuk memperkaya pembelajaran setiap remaja, anak dan keluarga di Indonesia.
IDXChannel—Google dan YouTube menggelontorkan dana sebesar USD5 juta untuk mempromosikan kesejahteraan digital anak muda di Asia Tenggara melalui organisasi filantropi milik Google.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto dalam acara Bijak Cerdas Berdigital dan Ber AI yang diselenggarakan oleh Google dan YouTube di Kemenko PMK pada Selasa (10/2/2026).
Danny menyebut bahwa langkah itu dikolaborasikan dengan para kreator Youtube guna membangun kesadaran masyarakat dari berbagai usia terkait peran kesejahteraan digital.
“Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami juga ingin berbagi bahwa google.co organisasi filantropi Google telah memberikan pendanaan sebesar USD5 juta untuk mempromosikan kesejahteraan digital kaum muda di seluruh Asia Tenggara,” ungkap Danny.
Di Indonesia, lanjut Danny, Yayasan Plan International Indonesia bekerja sama dengan ICT Watch bakal memberdayakan lebih dari 300.000 pemuda, orang tua dan guru untuk memimpin di dunia digital.
“Kolaborasi ini merupakan upaya untuk membekali masyarakat setempat dengan sumber daya dan alat praktis untuk membangun hubungan yang sehat dan positif dengan teknologi,” tambah dia.
Selain itu, Danny menuturkan bahwa promosi kesejahteraan digital tadi juga ditujukan untuk memperkaya pembelajaran setiap remaja, anak dan keluarga di Indonesia. Ia mencontohkan salah satunya seperti program Academy Creator yang bekerjasama dengan mitra di Indonesia.
“Kami telah melatih lebih dari 4.000 creator dan guru di 34 provinsi untuk menjembatani konten berkualitas tinggi yang selaras dengan kurikulum nasional,” tutur Danny.
Terakhir, ia menegaskan bahwa langkah-langkah di atas juga bakal oleh pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta pihak lainnya untuk membentuk karakter warga digital yang tangguh dan berdaya.
“Bersama Kemenko PMK, para akademisi, mitra, kementerian terkait kita tidak hanya sedang membangun platform, tapi kita juga membentuk karakter warga digital masa depan Indonesia yang tangguh dan berdaya. Mari kita terus berkolaborasi untuk Indonesia yang lebih aman, cerdas dan berorientasi pada nilai kemanusiaan,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)





