TANGERANG, KOMPAS.com – Bau menyengat masih tercium kuat di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, menyusul temuan ikan-ikan mati yang mengapung akibat dugaan pencemaran zat pestisida.
Meski jumlah bangkai ikan berkurang dibanding awal kejadian, sisa-sisa pencemaran masih dirasakan warga yang beraktivitas di sekitar sungai.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Rabu (11/2/2026), aroma tak sedap menyerupai bensin bercampur bangkai ikan sudah tercium sejak sekitar tujuh meter sebelum mencapai tepi sungai.
Baca juga: Dampak Beruntun Kebakaran Gudang Pestisida: Sungai Cisadane Tercemar, Ikan Mati Massal
Di sejumlah titik bantaran, bangkai ikan terlihat tersangkut di antara tumpukan sampah dan ranting. Bahkan, seekor kura-kura juga ditemukan mati, diduga terdampak pencemaran tersebut.
Sebagian bangkai ikan tampak mulai membusuk, ditandai dengan perubahan warna tubuh menjadi pucat keabu-abuan serta kondisi tubuh yang mengembang.
Air Sungai Cisadane terlihat keruh kecokelatan. Sesekali muncul gelembung dari permukaan air, sementara lapisan tipis menyerupai minyak tampak mengilap saat terkena pantulan sinar matahari.
Warga yang melintas di jembatan sekitar lokasi tampak menutup hidung. Beberapa di antaranya berhenti sejenak untuk memotret kondisi sungai yang masih ditemukan ikan mati.
Salah seorang warga Babakan, Ahlan (67), mengaku tak tahan dengan bau menyengat yang tercium dari sungai.
“Baunya masih menyengat, kayak bensin dicampur bangkai. Bau bensinnya enggak setiap saat sih, kadang bau, kadang enggak. Tapi bau amis karena bangkai ikan nyengat banget,” ujar Ahlan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu.
Baca juga: Pemkot Tangerang Larang Warga Gunakan Air dan Konsumsi Ikan Sungai Cisadane
Menurut Ahlan, jumlah ikan mati memang sudah tidak sebanyak saat pertama kali ditemukan pada Senin (9/2/2026). Namun, sisa bangkai yang tersangkut di pinggir sungai belum sepenuhnya dibersihkan sehingga aroma tak sedap masih bertahan.
Hal senada disampaikan Ani (58), pedagang yang biasa berjualan di sekitar bantaran sungai. Ia mengaku aktivitasnya ikut terdampak akibat bau tersebut.
Ia berujar, bau menyengat itu sudah tercium sejak awal kejadian, tepatnya saat ikan-ikan yang mabuk ditemukan pada Senin sore.
"Ini dari kemarin baunya parah banget. Soalnya sudah kecampur sama bangkai ikan," kata Ani.
Hingga siang hari, aliran Sungai Cisadane masih mengalir normal. Namun, aroma bahan bakar yang samar masih tercium ketika angin berembus dari arah hulu.
Warga berharap pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak kesehatan.





