Komisi VII DPR RI Tinjau Kampung Batik Okra, Soroti Kekuatan Ekonomi Kreatif Warga

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRI Kaltim

TVRINews - Surabaya

Aktivitas membatik yang berlangsung di sudut-sudut Kampung Batik Okra, Kranggan, Bubutan, Surabaya, menjadi perhatian Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik. Dimana, kampung berbasis budaya ini dinilai memiliki potensi besar sebagai model pengembangan desa wisata yang bertumpu pada kekuatan ekonomi kreatif masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menyebut kampung tematik seperti Batik Okra menunjukkan bahwa penggerak utama ekonomi lokal adalah warga sendiri. 

Ia melihat geliat usaha yang tumbuh tidak hanya dari produksi batik, tetapi juga dari sektor pendukung seperti kopi dan kuliner rumahan.

“Kegiatan di sini bukan sekadar simbol budaya, tetapi benar-benar menjadi sumber penghasilan warga. Ini yang perlu diperkuat dan direplikasi,” ujarnya saat berdialog dengan pengrajin dan pelaku UMKM setempat kutip Rabu, 11 Februari 2026

Novita menilai, konsep desa wisata harus dibangun dari identitas dan aktivitas asli masyarakat. 

Wisatawan, menurutnya, kini mencari pengalaman yang berbeda, bukan hanya destinasi yang menarik untuk berfoto. Di Kampung Batik Okra, pengunjung dapat terlibat langsung dalam proses membatik hingga mengenal produk-produk UMKM yang diproduksi warga.

Ia menambahkan, keberadaan desa wisata berbasis budaya berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah. 

Karena itu, dukungan kebijakan dan pendampingan dari pemerintah menjadi faktor penting agar potensi yang ada dapat berkembang maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Novita juga mengungkapkan bahwa Kampung Batik Okra telah dikenal luas hingga luar daerah. Kunjungan dari pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan industri kreatif nasional.

Komisi VII DPR RI, lanjutnya, mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat promosi serta pengembangan infrastruktur desa wisata. 

Peran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dinilai strategis dalam memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.

Pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menjelaskan bahwa kampung tersebut berangkat dari keinginan menjaga tradisi batik di lingkungan RW. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi fondasi utama sebelum berbicara mengenai skala industri.

“Kami memulai dari kecintaan pada batik. Kalau budaya terjaga, ekonomi akan mengikuti dengan sendirinya,” kata Ridi.

Kini, hasil karya perajin Kampung Batik Okra telah dipasarkan ke berbagai kota dan mulai menjangkau pasar luar negeri. Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa inisiatif berbasis komunitas mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Kunjungan Komisi VII DPR RI ini diharapkan menjadi dorongan tambahan agar kampung-kampung tematik di Surabaya semakin berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berakar pada budaya lokal.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 11–14 Februari 2026, Sejumlah Perairan Berpotensi Terdampak
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Dosen Disabilitas Unesa Sandang Gelar Profesor setelah Teliti Pangan Lokal untuk Cegah Diabetes
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kepala BNPB: 1.763 Huntara Sudah Dihuni, Dana Tunggu Hunian Rp 19,3 M Disalurkan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhan Bakal Latih 4.000 ASN Jadi Komcad
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kapolri Pastikan Kawal Penuh Program Pemerintah
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.