Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Suharyanto menjelaskan, pembangunan huntara di Aceh telah menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
“Kami laporkan untuk di Aceh, ini sudah jadi 5.774 unit, masih kurang sekitar 10 ribu tetapi bukan berarti ini belum dibangun. Semuanya dalam proses pembangunan serentak, ada yang sudah 90% ada yang juga masih 30-40%. Tapi ini siang malam bekerja sehingga dalam minggu-minggu ke depan ditargetkan bisa selesai,” jelasnya.
Untuk Sumatera Utara, pembangunan huntara dipastikan hampir selesai dan hanya menyisakan tahap akhir.
“Kemudian untuk Sumatera Utara, ini kami pastikan sebelum masuk puasa karena tinggal sekitar 500 ini bisa selesai. Ini tinggal proses finishing dan rata-rata karena air dan listrik belum tersambung,” ungkap Suharyanto.
Sementara di Sumatera Barat, dari total 728 unit huntara yang direncanakan, sebagian telah rampung dan mulai dihuni.
“Kemudian untuk Sumatera Barat, ini tentu tinggal sedikit, dari 728 unit yang harus dibangun, yang sudah selesai 160 unit. Huntara-huntara ini juga sudah diisi, jadi sebagian sudah diisi oleh masyarakat,” jelas dia.
BNPB mencatat, huntara yang sudah dihuni mencapai 1.763 unit di Aceh, 256 unit di Sumatera Utara, dan 445 unit di Sumatera Barat.
“Ini setiap minggu yang sudah jadi airnya sudah hidup, listriknya sudah hidup, segera dimasukkan untuk dihuni,” kata Suharyanto.
Selain pembangunan huntara, BNPB juga menyalurkan dana tunggu hunian kepada pengungsi yang memilih tinggal di luar lokasi pengungsian.
“Kemudian dana tunggu hunian, ini semuanya yang sudah disalurkan ada 10.766 KK, uangnya sejumlah Rp 19.396.800.000,” ungkap dia.
Menurut Suharyanto, penyaluran dana tunggu hunian bersifat fleksibel dan terus dilayani sesuai kebutuhan masyarakat.
“Untuk dana tunggu hunian, ini tentu saja tidak dikunci ya. Setiap hari ada saja masyarakat yang minta dari tempat pengungsian, minta ke tempat masyarakat, tempat saudaranya, ya karena mungkin sudah terlalu lama tinggal di tempat pengungsian baik yang di tenda, di gedung pemerintah maupun di meunasah, di masjid, ini terus kita layani,” jelasnya.
Ia juga melaporkan rencana pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak yang telah terdata.
“Kemudian kami informasikan juga untuk hunian tetap. Hunian tetap yang terdata sekarang, yang rencana akan dibangun hunian tetap 15.719. Ini yang sudah ada tanahnya, sudah ada lokasinya,” kata dia.
Pembangunan huntap dilakukan baik secara ex-situ oleh kementerian dan lembaga terkait, maupun secara in-situ oleh BNPB sesuai permintaan masyarakat.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan untuk rumah yang rusak. Total anggaran yang direncanakan disalurkan mencapai Rp 240,6 miliar.
“Rencana anggaran yang akan disalurkan pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026 besok, sejumlah Rp 240.600.000.000,” kata dia.





