Danantara Bakal Lanjutkan Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi Minggu Depan

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan kembali melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk sekitar 10 proyek hilirisasi strategis pada pekan depan. Langkah ini merupakan bagian dari target 21 proyek hilirisasi yang akan memasuki tahap groundbreaking sepanjang 2026 dengan nilai investasi hampir Rp500 triliun.

“Minggu depan kami akan groundbreaking lagi kurang lebih ada 10 proyek lagi,” ujar Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

Dony menyatakan proyek-proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah signifikan.

Baca Juga: Danantara Buka Keran IPO BUMN, Eksekusi Mulai 2027

“Dan itu dampaknya kita harapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, kedua memberikan dampak lapangan kerja signifikan bagi rakyat Indonesia,” katanya.

Pekan lalu, Danantara telah menuntaskan groundbreaking enam proyek hilirisasi. “Minggu lalu kita selesaikan groundbreaking enam proyek hilirisasi kita. Ada enam yang sudah kita groundbreaking,” ujar Dony.

Baca Juga: Danantara Sebut 52% BUMN Alami Kerugian, Nilainya Capai Rp20 Triliun Sepanjang 2025

Secara terpisah, CEO BPI Danantara Rosan P. Roeslani menyebut enam proyek tersebut memiliki total nilai investasi sekitar US$7 miliar atau setara Rp110 triliun. Proyek itu diproyeksikan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melibatkan pelaku usaha daerah.

“Tentunya ini menjadi lebih besar karena kami juga ingin melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk juga usaha kecil dan menengah di daerah tersebut,” kata Rosan usai groundbreaking di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Adapun enam proyek hilirisasi yang sudah groundbreaking tersebut antara lain:

1. Fasilitas pengolahan bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat (MIND ID).

2. Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat (MIND ID).

3. Pabrik bioetanol Glenmore fase I di Banyuwangi, Jawa Timur (PTPN III bersama Pertamina).

4. Proyek hilirisasi fase I biorefinery Cilacap di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina).

5. Fasilitas hilirisasi unggas terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur (PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD melalui anak usaha PT Berdikari).

6. Pabrik garam di Sampang, Madura; Manyar, Gresik; dan Segoromadu 2, Gresik (PT Garam).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AD Gelar Rapim Bahas Kesejahteraan Prajuit-Program Prioritas Presiden
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kemensos Pastikan 106 Ribu PBI-JK Penyakit Kronis Tetap Terlindungi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Roy Suryo Ungkap Kejanggalan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
BPOM Temukan 32 Obat Herbal Berbahaya, Awas Bisa Picu Kematian
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Diprediksi Reli Meski Dibayangi Potensi Koreksi, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Jagoan Analis
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.