JAYAPURA, KOMPAS - Penanganan longsor di 36 titik Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, terus dipercepat. Jalur ini merupakan urat nadi distribusi logistik bagi masyarakat Papua Pegunungan.
Longsor terjadi di dua distrik, yakni Benawa dan Elelim, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu hingga Minggu (7–8/2/2026). Sejumlah titik mengalami kerusakan berat, termasuk jembatan kayu sementara sepanjang 30 meter yang hanyut terbawa arus sungai. Puluhan titik lain terputus total dan tertimbun material lumpur.
Ruas jalan tersebut masih dalam tahap pembangunan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Proyek ini dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan bersama PT Hutama Mambelim Trans Papua.
Pejabat Pembuat Komitmen KPBU Jayapura–Wamena, Febryan Nurdiansyah, mengatakan penanganan dilakukan secara intensif dengan mengerahkan sekitar 50 unit alat berat.
“Jalan ini adalah jantung perputaran ekonomi, akses pendidikan, dan layanan kesehatan. Upaya terbaik kami kerahkan di lapangan,” ujar Febryan, Rabu (11/2/2026).
Sejak awal kejadian, tim BBPJN langsung bergerak. Hingga kini, 21 titik longsor telah ditangani dan dapat dilalui. Namun, sejumlah ruas masih tertutup material sehingga menghambat mobilisasi jembatan bailey.
Febryan mengakui cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang masih turun membuat proses pembersihan tidak berjalan optimal. Meski demikian, pihaknya berharap jalur mulai bisa dilalui pada awal pekan depan.
Tidak ada laporan korban tewas dalam peristiwa ini. Namun, tiga sopir truk dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan. Pihak pelaksana juga masih menginventarisasi jumlah kendaraan terdampak. Sebuah truk dilaporkan hanyut, sementara beberapa lainnya tertimbun material longsor.
“Sopir-sopir yang terjebak sudah kami arahkan beristirahat di kamp kami,” kata Febryan.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Wasuok Demianus Siep, menekankan pentingnya percepatan penanganan. Jalan Trans Papua menjadi jalur utama distribusi bahan pokok dari Jayapura ke wilayah pegunungan.
“Keterlambatan penanganan bisa berdampak luas, mulai dari terganggunya distribusi bahan pokok, kenaikan harga barang, hingga risiko keselamatan sopir dan penumpang,” ujarnya.
Kepala Polres Yalimo Komisaris Joni Samonsabra mengatakan, pihaknya telah mengerahkan anggota untuk membantu penanganan longsor Trans Papua. Joni menyatakan, tidak ada laporan korban tewas dalam musibah ini.
Saat ini, anggota Polres Yalimo sedang berupaya mengarahkan kendaraan-kendaraan yang terjebak di sekitar lokasi. Polisi juga berupaya menjangkau seluruh lokasi terdampak guna memastikan situasi tetap terkendali.




