FAJAR, MAKASSAR – Inovasi Darwin, seorang pemuda asal Jalan Labu, Bontoala, mendapat apresiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Wali Kota memberikan respons positif karena Darwin mengubah limbah oli dan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Munafri mengatakan bahwa aksi Darwin sebagai representasi nyata dari solusi warga terhadap krisis sampah perkotaan yang kian menantang. Dia salut terhadap anak lorong tersebut.
“Ini bukti bahwa inovasi tidak harus menunggu fasilitas besar. Ada anak muda di lorong yang punya kepedulian dan mau berbuat. Kita apresiasi semangat seperti itu,” ujar Munafri.
Meskipun memberikan apresiasi yang tinggi, Munafri memberikan catatan penting mengenai aspek keselamatan dan keberlanjutan. Ia menginginkan agar inovasi mandiri seperti ini mendapatkan pendampingan dari dinas terkait agar sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.
Wali Kota telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penilaian langsung terhadap proses pengolahan limbah yang dilakukan Darwin.
“Semangatnya sangat positif, tetapi kami ingin memastikan proses pengolahan limbah dilakukan dengan standar keselamatan dan lingkungan yang benar. Dinas Lingkungan Hidup dan perumahan akan kami minta turun melakukan asesmen,” jelasnya.
Menurutnya, inisiatif ini sangat berpeluang diintegrasikan dengan program pemerintah kota, seperti pengembangan bank sampah, eco-village, serta inovasi energi terbarukan berskala kecil.
Menginspirasi Warga
Langkah berani Darwin diharapkan mampu memicu semangat serupa di tengah masyarakat Makassar lainnya, khususnya di kawasan padat penduduk. Wali Kota menilai keterlibatan aktif warga adalah kunci utama dalam meringankan beban pengelolaan sampah kota.
“Kalau ada lebih banyak Darwin di Makassar, persoalan sampah kita akan jauh lebih ringan. Saya mengajak warga untuk melihat ini sebagai motivasi, bukan sekadar tontonan,” kata Munafri.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Makassar berencana membuka ruang bagi pemuda kreatif lainnya melalui berbagai program, mulai dari inkubasi UMKM hingga penyediaan bantuan peralatan yang lebih mumpuni.
“Kota ini butuh orang-orang yang punya inisiatif. Pemerintah akan hadir mendampingi, bukan menghambat,” tegas Munafri.
Menutup pernyataannya, Munafri menyatakan optimisme bahwa kolaborasi yang kuat antara birokrasi dan masyarakat akan membawa Makassar menjadi kota yang lebih bersih dan inovatif di masa depan.
“Darwin memberi contoh. Tugas kami adalah memastikan semangat itu tidak padam, dan memberi ruang agar tumbuh menjadi gerakan kota,” pungkasnya. (*)





