OpenAI mulai menguji penayangan iklan di ChatGPT untuk pengguna di Amerika Serikat (AS). Uji coba ini berlaku bagi pengguna layanan Free dan pelanggan paket Go.
ChatGPT Go merupakan paket langganan murah dengan harga bulanan 8 dolar AS di Amerika Serikat, atau Rp 75.000 per bulan untuk pasar Indonesia. OpenAI meluncurkan paket ini secara global pada pertengahan Januari.
Pengguna di paket berbayar lain, seperti Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Education, tidak akan melihat iklan di aplikasi.
OpenAI menegaskan iklan tidak memengaruhi jawaban ChatGPT. Perusahaan juga menyatakan tidak membagikan percakapan pengguna kepada pengiklan.
"Tujuan kami adalah agar iklan mendukung akses yang lebih luas ke fitur ChatGPT yang lebih canggih, sambil tetap menjaga kepercayaan yang diberikan orang kepada ChatGPT untuk tugas-tugas penting dan personal," tulis OpenAI di blog resminya.
Langkah ini muncul di tengah tekanan kebutuhan pendapatan. ChatGPT menjadi produk populer dengan biaya pengembangan dan operasional yang tinggi.
Dalam tahap pengujian, OpenAI mencocokkan iklan dengan topik percakapan, riwayat obrolan, dan interaksi iklan sebelumnya. Contohnya, pengguna yang mencari resep dapat melihat iklan layanan belanja bahan makanan atau paket makanan siap masak. Pengiklan hanya menerima data agregat seperti jumlah tayangan dan klik, tanpa akses ke data pribadi pengguna.
Pengguna dapat melihat riwayat interaksi iklan, menghapusnya kapan saja, menutup iklan, memberi saran, serta mengatur personalisasi iklan. OpenAI juga memastikan iklan tidak ditampilkan kepada pengguna di bawah 18 tahun dan tidak muncul di topik sensitif seperti kesehatan, politik, atau kesehatan mental.





