Jantung kota Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia mulai bersolek menyambut tahun baru China atau Imlek 2577. Tradisi tahunan yang dirayakan warga Tionghoa ini jadi perayaan kebersamaan dalam keberagaman sekaligus penguatan daya tarik pariwisata Jakarta melalui pencitraan kota atau city branding baru.
Imlek 2577 jatuh pada 17 Februari 2026. Kurang dari sepekan perayaan, lampion, ornamen shio, dan lainnya mulai menghiasi kota Jakarta.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menengok persiapan perayaan Imlek di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Poros kota ini akan menjadi lokasi penyelenggaraan serangkaian acara.
Di antara rangkaian acara itu, ada lomba dekorasi Imlek di sepanjang Jalan MH Thamrin–Jalan Jenderal Sudirman pada 12–17 Februari 2026. Lomba melibatkan peritel dan pengelola bangunan gedung untuk mempercantik wajah kota.
Festival Imlek Jakarta juga dihelat di Bundaran HI pada 13–17 Februari 2026. Festival ini menonjolkan instalasi cahaya, dekorasi Imlek, dan pertunjukan seni budaya Tionghoa.
Di sela dua agenda tersebut, ada Simfoni Imlek Jakarta yang digelar pada 13 Februari 2026. Pertunjukan ini menampilkan lebih dari 50 alat musik Tionghoa dan tarian Selendang Dendang.
"Jakarta menyambut dengan serius. Ini merupakan perayaan kebersamaan dalam keberagaman sekaligus penguatan daya tarik pariwisata urban Jakarta," ujar Rano.
Ia menyamakan keseriusan itu seperti menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Salah satu hasilnya adalah okupansi hotel di kawasan Bundaran HI hampir 100 persen sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Rangkaian perayaan Imlek juga diisi Festival Pecinan Jakarta di Anjungan Provinsi Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada pada 15–17 Februari 2026. Festival ini menampilkan barongsai, liong, dan instalasi seni bertema sejarah peranakan Tionghoa di Jakarta.
Pemprov Jakarta secara khusus menggelar Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub, Jakarta Selatan. Kegiatan ini memadukan seni bernuansa Tionghoa dengan sentuhan modern.
"Kami akan merilis logo baru Jakarta yang menarik di Blok M Hub," kata Rano. Politisi PDI Perjuangan ini enggan membocorkan logo baru tersebut. Logo ini jadi bagian city branding atau penjenamaan baru Jakarta.
Jakarta melepas status ibu kota ke Nusantara di Kalimantan Timur sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Kota ini kemudian akan berperan sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Ibu kota belum pindah karena menunggu Keputusan Presiden. Namun, Jakarta sudah memulai peran baru itu seiring perayaan ulang tahun ke-497 pada Sabtu (22/6/2024).
Momen tersebut menjadi semangat baru, menuju pembaruan, dan memulai peran baru sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global.
Kembali ke semarak Imlek. Pada 16–17 Februari 2026 digelar Semarak Imlek Jakarta di Monumen Nasional (Monas) dengan menampilkan video mapping dan instalasi seni.
Pada waktu yang sama, Jakarta Light Festival–Chinese New Year Edition akan digelar di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Rangkaian perayaan juga mencakup Festival Klenteng Jakarta sepanjang Februari 2026.
Festival ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual dan sejarah Jakarta. Sebagai penutup, Festival Cap Go Meh Jakarta akan dilangsungkan pada 3 Maret 2026 di Pancoran Chinatown Point, bekerja sama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Kegiatan ini sekaligus menjadi puncak rangkaian perayaan Imlek Jakarta 2026.
"Jadi tujuan mengadakan kegiatan adalah saling menjaga Jakarta dari segala aspek. Keberagaman, kemudian sepakat memberikan ruang-ruang untuk tumbuh," kata Rano.
Tidak ada penutupan jalan selama perayaan Imlek. Trotoar dan parkir akan ditata sedemikian rupa agar tidak merebut hak pejalan kaki.
"Kami mengatur untuk apa? Melancarkan. Artinya, kunjungan wisata banyak, nilai jual atau perdagangan tidak terhambat. Saya sangat yakin masyarakat Jakarta akan siap bekerja sama untuk hal itu," kata Rano.
Rangkaian perayaan Imlek sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta. Hal ini berkaca pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
Jakarta Festive Wonders 2025, misalnya. Lomba transaksi digital dan dekorasi di pusat perbelanjaan serta hotel selama kurun 13 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 itu menghasilkan Rp 15 triliun lebih.
Acara serupa kembali dihelat menjelang Imlek dengan tajuk ”Jakarta Lunar New Year Festival 2026” di Main Atrium Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara, pada Minggu (8/2/2026).
Sekretaris Daerah Jakarta, Uus Kuswanto menyebut, pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif seiring kolaborasi yang kuat antara para pelaku usaha dan pemerintah. Kedua pihak sama-sama mengembangkan, menumbuhkan, dan meningkatkan aktivitas perekonomian, serta menjaga kestabilan inflasi.
“Secara nasional, kondisi perekonomian memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun, Jakarta justru melampaui itu karena tidak lepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” kata Uus.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta merilis perekonomian sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja solid. Laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,21 persen. Angka ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Akselerasi pertumbuhan ekonomi Jakarta terlihat jelas pada triwulan IV-2025. Pertumbuhan didorong sektor jasa berbasis konsumsi dan mobilitas, serta kinerja ekspor.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jakarta, Mualim Wijoyo, mengatakan, Imlek mejadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan nilai budaya, dan mendorong pertumbuhan sektor ritel maupun pariwisata.
“Imlek selalu menjadi momen yang dinantikan dan berdekatan dengan Ramadan (beberapa tahun terakhir) sehingga memberikan dampak positif bagi industri ritel,” kata Mualim.





