WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendesak pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana termasuk hunian bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh. Hal itu disampaikan Ibas saat kunjungan kerja Pimpinan MPR RI dalam rangka penyaluran bantuan kemanusiaan di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).
Ibas menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan memulihkan martabat dan harapan hidup para korban yang kehilangan segalanya.
"Pemulihan bukan sekadar membangun ulang rumah, tetapi membangun kembali harapan, kepercayaan, serta masa depan anak-anak Aceh agar lebih terlindungi. Negara wajib memastikan proses ini berjalan adil, manusiawi, dan transparan," ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Baca juga : 17.332 Huntara untuk Korban Bencana Sumatra Ditargetkan Rampung Sebelum Puasa
Berdasarkan laporan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, sebanyak 17.000 kepala keluarga atau sekitar 70.000 jiwa hingga kini masih bertahan di pengungsian. Kerusakan luas mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga lahan pertanian di delapan kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Menanggapi hal tersebut, Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat. Selain itu, ia menyoroti perlunya skema dana tunggu hunian guna menjaga kondisi psikologis warga, terutama anak-anak.
"Aceh tidak sendiri. Kami di MPR akan mengawal agar proses rekonstruksi berbasis data kerusakan dari BNPB benar-benar menyentuh masyarakat yang paling terdampak di akar rumput," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.
Baca juga : BNPB akan Mudahkan Korban Bencana yang Tinggal di Huntara untuk Beraktivitas
Kunjungan delegasi yang dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pemerintah Aceh juga menyampaikan sejumlah harapan strategis, di antaranya percepatan distribusi bantuan ternak untuk pemulihan ekonomi, penyediaan genset di 13 desa, serta usulan agar pembiayaan BPJS korban bencana ditanggung melalui APBN.
MPR juga menyalurkan bantuan berupa 15.000 paket sembako dan 15.000 paket perlengkapan ibadah guna membantu warga menyambut bulan suci Ramadhan.
"Kami hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga komitmen kebangsaan untuk memastikan Aceh bangkit lebih kuat, aman, dan lebih tangguh menghadapi tantangan masa depan," pungkas Ibas. (H-2)





