Liputan6.com, Jakarta - Warga di Cikokol, Kota Tangerang, mengaku mengalami gejala pusing, beberapa saat setelah mengkonsumsi ikan yang mabok di aliran Sungai Cisadane.
Ahlan (67) menceritakan, sebelum dikonsumsi, ikan tangkapannya sudah dicuci bersih dengan air mengalir dan juga dicuci dengan cuka.
Advertisement
"Pusing juga saya habis makan, rasanya kaya kliyengan,"ujarnya.
Padahal, dia mengaku tidak makan begitu banyak, hanya sekedar mencoba. Setelah itu, dia mendapat kabar dari berita di televisi dan media sosial, kalau ada larangan mengkonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sementara waktu.
"Tapi terlanjur, warga sudah pada masak, sudah pada matang. Itu ada yang beli tangkepannya Rp 25 ribu, gak jadi dimakan," ujarnya.
Sebagai warga yang berdampingan dengan Sungai Cisadane, Ahlan dan warga lainnya sudah tidak asing lagi dengan fenomena ikan di Sungai Cisadane yang mabok seperti itu. Makanya, warga suka memanfaatkannya dengan 'menyerok' dan disantap di rumah bersama keluarga.
Tapi kali ini, mabok ikan-ikan di Sungai Cisadane tampak berbeda. Mulai dari badan ikan yang mengeluarkan minyak, insang ikan yang berbintik merah, hingga yang paling membuat warga terheran-heran, ikan sapu-sapu yang dikenal kuat disegala situasi, juga ikut mabok dan mati.
"Itu yang paling aneh, ikan sapu-sapu juga ikut mabok, mati. Ini bahan kimia apa nih? Warga mulai curiga di situ, kucing saja biasanya mau makan, ini enggak,"ujarnya.
Makanya hingga kini, warga menghentikan dulu aktifitas memancing ataupun menangkap ikan. Mereka lebih memilih sekedar bersantai di pinggiran sungai, yang memang sudah jadi aktivitas warga setempat.




