Jelang Imlek Pasar Petak Sembilan Glodok Kembali Menggeliat, Pedagang Lampion Diserbu Pembeli

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Rifiana Seldha

TVRInews, Jakarta

Di tengah denyut ibu kota yang tak pernah berhenti, ada satu sudut Jakarta yang selalu mampu menghadirkan suasana berbeda, hangat, penuh warna, dan sarat sejarah. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, kawasan legendaris Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat, kembali berdenyut dengan semarak merah khas perayaan Tionghoa.

Petak Sembilan bukan sekadar pasar tradisional. Kawasan ini telah lama menjadi magnet bagi warga yang ingin merasakan perpaduan antara sejarah, budaya, dan kehidupan urban Jakarta. Nama Petak Sembilan sendiri merujuk pada tata letak kawasan yang terdiri dari sembilan blok kecil yang tersusun menyerupai petak. Sejak era kolonial Belanda, kawasan Glodok telah dikenal sebagai pusat perdagangan di Batavia, dan hingga kini jejak tradisi itu masih terasa kuat.

Lorong-lorong pasar dipenuhi kios yang menjual aneka kebutuhan harian mulai dari buah, sayur, rempah, hingga perlengkapan sembahyang. Namun, daya tarik utama Petak Sembilan menjelang Imlek terletak pada pernak-pernik perayaan dan ragam kuliner khas Tionghoa yang autentik. Dari jajanan tradisional hingga hidangan berat, semua tersedia, menghadirkan aroma khas yang menggoda pengunjung.

Pantauan TVRInews di lokasi menunjukkan, pengunjung mulai ramai berdatangan sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang petang. Suasana ramai terasa di setiap sudut pasar. Pengunjung datang dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan dominasi warga keturunan Tionghoa yang berburu kebutuhan perayaan. Senyum dan obrolan terdengar di sepanjang lorong, menambah nuansa hangat khas Chinatown.

Ornamen merah, lampion yang menggantung di udara, serta bangunan bergaya arsitektur Tionghoa semakin memperkuat atmosfer khas perayaan Imlek. Pasar Petak Sembilan tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga ruang pengalaman budaya yang menyatukan sejarah, tradisi, dan kehidupan modern Jakarta. Aroma rempah, suara tawar-menawar, serta warna-warni dekorasi menciptakan suasana yang hidup dan dinamis.

Dari sisi ekonomi, aktivitas jual beli di pusat pernak-pernik Imlek ini menunjukkan tren positif. Lonjakan penjualan dilaporkan meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Para pedagang pun mulai merasakan dampak membaiknya daya beli masyarakat seiring kondisi ekonomi yang lebih stabil.

Peningkatan omzet ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha di Glodok yang sempat merasakan lesunya pembeli pada 2025. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pengunjung tahun ini lebih ramai. Meski faktor cuaca kadang memengaruhi jumlah pengunjung, setiap kali langit cerah, lorong-lorong pasar kembali dipadati pembeli yang mencari dekorasi terbaik untuk menyambut tahun baru.

Dari berbagai hiasan yang dijual, lampion berputar menjadi salah satu produk paling diminati. Lampion dengan teknologi lampu LED dan mesin pemutar otomatis ini dianggap memberi kesan mewah dan meriah di rumah. Cahaya merah yang dipancarkan dipercaya membawa keberuntungan dan keceriaan bagi pemiliknya.

Harga pernak-pernik pun bervariasi, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain. Untuk lampion, harga berkisar mulai Rp100 ribu untuk model standar hingga sekitar Rp2 juta untuk ukuran besar dengan desain khusus. Selain lampion, amplop angpao, stiker kaligrafi Mandarin, hingga bunga mei hwa juga tetap menjadi barang yang paling dicari.

Meningkatnya aktivitas belanja ini mencerminkan optimisme masyarakat dalam menyambut pergantian tahun menurut astrologi Tionghoa yang kali ini memasuki Tahun Kuda. Para pedagang berharap momentum ini menjadi titik balik kebangkitan ekonomi di kawasan Glodok, salah satunya dirasakan oleh Acian (56), seorang pedagang pernak-pernik di Glodok. Ia mengaku mendapatkan total omset Rp5 jt hingga 10jt perharinya. 

“Hari ini harapannya semoga omset bisa tercapai, tembus Dan dapat bonus. Targetnya kalau bisa mencapai sampai 30 sih dapat bonus. Iya, Tahun Kuda bagi pengunjung yang belanja di Pancoran Waspada dengan copetnya dan siletnya, Hindari kepadatan,” ajak Acian.

Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, ramainya Petak Sembilan menjelang Imlek juga menjadi simbol terjaganya tradisi dan identitas budaya di tengah kota metropolitan. Di antara lorong-lorong sempit dan lampion yang bergelantungan, harapan baru kembali tumbuh, tentang rezeki yang lancar, usaha yang berkembang, dan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang. Termasuk harapan dari Ani (48), seorang pengunjung Glodok yang datang dari Bekasi.

“Semoga tahun kuda harapannya perekonomian makin sukses. Keamanan lebih bagus. Kemeriahan lebih hebat. Tambah sukses, tambah bahagia, sehat selalu,” ucap Ani.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Pratama Jalani Tes Pramusim Moto3 2026: Tancap Gas meski Hujan Guyur Lintasan, Catat Jumlah Lap Terbanyak
• 9 jam laluharianfajar
thumb
KSPSI: Konfederasi Buruh ASEAN Ingin Belajar dari Desk Ketenagakerjaan Polri
• 1 jam laludetik.com
thumb
Singapura Buka 15.700 Lowongan Kerja, Gajinya Lebih dari Rp50 Juta per Bulan!
• 13 menit laluviva.co.id
thumb
KPK Panggil Lima Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Diskon Pajak Periode 2021-2026
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Hashim Terkejut Ada Praktik Saham Gorengan di RI: Akan Ada Sanksi Keras
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.