Sumbawa Barat, tvOnenews.com – Penanganan longsor di ruas jalan Sejorong–Tatar, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, hingga kini belum juga tuntas. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
Pekerjaan penanganan yang sempat dimulai pada 2024 oleh kontraktor PT Accet terhenti tanpa kejelasan kelanjutan. Memasuki 2026, kondisi jalan justru semakin memburuk dan membahayakan pengguna.
Ruas Sejorong–Tatar selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga, distribusi barang, hingga operasional kendaraan proyek dan tambang. Namun di sejumlah titik, badan jalan kini terlihat miring, permukaan tidak rata, serta berlubang akibat erosi dan pergerakan tanah.
Kerusakan tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan. Kendaraan roda dua kerap tergelincir, sementara kendaraan angkutan berat beberapa kali dilaporkan mengalami kerusakan bahkan terjebak di lokasi.
Sudirman (45), warga sekitar, mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu akibat kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
“Kami susah bepergian, apalagi kalau hujan. Banyak yang jatuh dan kecelakaan. Sudah hampir dua tahun pekerjaan berhenti, tapi tidak ada kemajuan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Tak hanya soal keselamatan, dampak ekonomi juga mulai terasa. Pedagang mengalami keterlambatan distribusi barang, sementara petani kesulitan membawa hasil panen ke pasar karena khawatir kendaraan rusak saat melintas.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pun telah beberapa kali berkoordinasi dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara terkait penyelesaian persoalan ini. Pemda menegaskan pekerjaan penanganan longsor harus segera dilanjutkan sesuai standar teknis agar keamanan pengguna jalan terjamin.
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Dinas PUPRKP, NTB, Mustafa, meminta pihak perusahaan segera mengambil langkah konkret.
“Pekerjaan yang sudah dimulai tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Jalur ini sangat penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kami akan terus mengawasi sampai pekerjaan benar-benar diselesaikan,” tegasnya.
Sebagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan infrastruktur tersebut, PT Amman Mineral Nusa Tenggara diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja kontraktor, sekaligus menentukan solusi percepatan, baik dengan melanjutkan pekerjaan yang tertunda maupun menunjuk skema penanganan baru yang lebih efektif.
Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan agar ruas Sejorong–Tatar kembali aman dan layak dilalui, sehingga aktivitas warga dan roda perekonomian di wilayah Sumbawa Barat dapat berjalan normal tanpa ancaman kecelakaan. (irw/frd)




