FAJAR, MAKASSAR — Bursa transfer paruh musim tak hanya menghadirkan wajah baru, tetapi juga mengubah peta kekuatan—setidaknya di atas kertas. Kedatangan Dusan Lagator membuat nilai pasar skuad PSM Makassar terdongkrak signifikan.
Berdasarkan data Transfermarkt, total valuasi Pasukan Ramang kini mencapai Rp102,55 miliar, naik dari kisaran Rp98 miliar sebelum transfer terakhir dirampungkan. Gelandang bertahan asal Montenegro itu langsung menjadi pemain termahal di tubuh PSM dengan nilai pasar Rp7,82 miliar.
Lagator menggeser Yuran Fernandes yang sebelumnya memegang status tersebut.
Bek tengah bertinggi 190 cm itu memang belum mencatatkan debut bersama Juku Eja. Ia merupakan rekrutan di detik-detik akhir penutupan bursa transfer. Namun secara finansial, dampaknya sudah terasa.
Dewa United Masih Lebih Mewah
Meski mengalami kenaikan, nilai skuad PSM masih berada di bawah calon lawannya, Dewa United. Klub asal Banten itu memiliki total valuasi mencapai Rp110,81 miliar.
Rata-rata nilai pasar pemain Dewa United juga lebih tinggi, yakni Rp3,57 miliar, dibandingkan PSM yang berada di angka Rp2,93 miliar.
Dari sisi usia, PSM lebih muda. Rata-rata umur pemain Juku Eja 25,5 tahun, sedangkan Dewa United 27,6 tahun. Pemain tertua PSM saat ini adalah Rasyid Bakri yang telah berusia 35 tahun.
Untuk kategori pemain termahal, Dewa United juga unggul. Sayap asal Maroko, Noh Sadoui, memiliki nilai pasar Rp10,43 miliar.
Statistik Pertemuan Berbicara
Namun sepak bola tak berhenti pada angka valuasi.
Secara rekor pertemuan di Super League, PSM tidak inferior. Dari tujuh laga terakhir menghadapi Dewa United, Pasukan Ramang mencatat tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Kedua tim pun pernah saling mengalahkan di kandang masing-masing.
Laga di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026), bukan sekadar duel tiga poin. Ia juga menjadi pertaruhan harga diri—antara skuad yang lebih mahal dan tim yang lebih muda serta lapar pembuktian.
Nilai pasar boleh berbeda.
Namun di lapangan, yang berbicara tetap performa.





