HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Puluhan demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Sulsel, menggeruduk kantor anak Group Japfa, PT Ciomas Adisatwa Cabang Gowa, di Kompleks Perumahan Royal Spring, Rabu, 11 Februari, siang.
Jenderal Lapangan Denny Abiyoga Gosel menyampaikan, pihaknya menggelar aksi demonstrasi karena mosi tidak percaya. Ini dilatarbelakangi oleh dugaan praktik monopoli pasar dan persaingan usaha tidak sehat yang diduga dilakukan oleh oknum sales perusahaan tersebut.
“Kami melakukan aksi demonstrasi atas mosi tidak percaya terhadap perusahaan besar, Japfa Group, yang punya anak perusahaan PT Ciomas Adisatwa. Mereka melakukan pembohongan publik kepada kami, mereka sebenarnya telah melanggar Pasal 33 UUD 1945 dan UU nomor tahun 1999 tentang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, ini bermula ketika ada UMKM yang ingin menyuplai bahan baku ayam ke perusahaan tersebut, namun dianggap dihalangi oleh oknum sales. Kata dia, oknum tersebut menyampaikan, untuk menjadi mitra PT Ciomas Adisatwa, calon penyuplai haru meminta izin dan restu kepada perusahaan penyuplai lainnya.
Hal ini dianggap tidak masuk akal dan tidak tercantum dalam undang-undang dan aturan mana pun. Kata Yoga, aturan ini hanya akal-akalan yang dilakukan oleh oknum sales, agar dirinya bisa menjaga mitranya dengan cara main mata.
“Semua yang ingin menjadi mitra dibatasi hanya karena ingin menjaga oknum tertentu dan menjaga kestabilan pasar mereka (oknum). Ini kami datang ke sini malah dibohongi lagi, katanya ada PT Bakul, kalau ada mitra yang mau masuk harus minta izin, doa, dan restu dengan mitra-mitra yang lain,” lanjutnya.
Dia menganggap, hal ini tidak masuk logika dan tidak mungkin ada aturan seperti itu. Dia mengambil contoh, ketika seseorang ingin membuka usaha jual beli emas, maka tidak harus minta izin ke semua penjual emas. Ini dinilai tidak logis dan aturannya hanya dibuat-buat.
“Saya sangat menghormati asas praduga tak bersalah, tetapi ada indikasi ‘maccu’ ini barang, ada main mata oknum mafia yang berkedok sales. Dia ini hanya menjaga kepentingan orang-orang tertentu demi meraup keuntungan,” ungkapnya.
Itu sebabnya, dia meminta kepada pihak Japfa Group, dalam hal ini PT Ciomas Adisatwa, untuk membersihkan oknum-oknum mafia berkedok sales. Dia juga meminta agar perusahaan menciptakan pasar dan persaingan yang sehat, serta tidak monopoli pasar.
Pada aksi demonstrasi ini, para demonstran tidak sempat masuk ke area perusahaan. Mereka ditahan oleh sejumlah petugas keamanan dan sempat berdiskusi beberapa saat sebelum akhirnya bubar.
Yoga menyampaikan, ada dugaan PT Ciomas Adisatwa sengaja menyewa kantor di kawasan perumahan elit, agar bisa memanfaatkan petugas keamanan sebagai tameng dari pihak-pihak yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Mereka sengaja menyewa kantor di perumahan elit untuk sembunyi, menjadikan security sebagai tameng. Setelah ini kami akan konsolidasi ulang, membangun kekuatan yang lebih besar, karena hari ini kami hanya diperhadapkan dengan pihak security,” jelasnya.
Salah satu pihak keamanan, Hidayat menyampaikan, pihaknya sangat terbuka dengan hal-hal seperti ini. Tidak ada upaya menghalangi yang dilakukan, sebab mereka hanya menjalankan tugas.
“Kami terbuka saja dengan hal-hal seperti ini, kami menerima dan kami menghargai kebebasan berpendapat. Jadi kami di sini hanya menjalankan tugas saja,” ungkapnya. (wid)





