Mayat bayi ditemukan di dalam sebuah kardus di Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, pada hari Selasa (10/2) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Manimbul Butarbutar mengatakan bahwa bayi tersebut baru dilahirkan oleh seorang ibu berinisial SA (19), yang kemudian membuangnya di belakang rumahnya.
"Di belakang rumah telah ada seorang bayi di dalam kotak, dalam kondisi telanjang dan sudah meninggal dunia. Dibuang di belakang rumah tempat dia tinggal, dalam kotak," kata Agus saat konferensi di kantornya, dikutip pada Rabu (11/2).
Agus mengatakan, dari hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan bukti awal di kamar mandi terdapat temuan pakaian bercak darah yang diduga milik pelaku SA, saat melahirkan bayi tersebut.
"Kita langsung melakukan penggeledahan ke kamar pelaku. Di dalam kamar, kita temukan darah. Kemudian kita interogasi, SA mengaku benar dia telah melahirkan bayi sekitar pukul 03.30 WIB di kamar mandi," ujar Agus.
Agus menuturkan, SA merupakan seorang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah majikannya sejak bulan Juli 2025. Ia menyebut, pemilik rumah tidak mengetahui jika SA sedang hamil.
"Profesinya di dalam rumah itu adalah pembantu rumah tangga. Dari hasil pemeriksaan kita, pemilik rumah tidak mengetahui selama ini bahwa pelaku ini hamil," ucap Agus.
Hasil Hubungan Gelap, Ibu Melahirkan SendirianAgus menjelaskan bahwa dari pengakuan pelaku SA, bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah bersama pacarnya.
"Dari informasi yang kita dapatkan dari ibu bayi, hasil hubungan gelap dengan pacarnya," kata Agus.
Agus menjelaskan bahwa pelaku melahirkan bayi tersebut tanpa bantuan orang lain di dalam kamar mandi. Polisi masih mendalami, apakah bayi itu memang saatnya dilahirkan atau lahir prematur.
"Menurut keterangan daripada pelaku bahwa dia melahirkan di kamar mandi tanpa pertolongan orang lain. Cukup umur itu sesuai nanti hasil autopsi. Kita tidak bisa memastikan dan kita masih mendalami keterangan daripada pelaku," imbuh Agus.
Agus mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap keterlibatan kekasihnya dalam membuang bayi tersebut di dalam kotak.
"Kita dalami sejauh mana keterlibatan pasangan yang disebutkan inisialnya," ucap Agus.
Agus mengatakan, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku SA yaitu ibu bayi tersebut dan membawanya ke Rumah Sakit Dr. Pringadi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, beserta bayinya untuk dilakukan autopsi terkait dugaan kekerasan dan penyebab kematian.
"Kita sudah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur bahwa bayi itu kita antar ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Dan ibu bayi sekarang dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dr. Pringadi," ucap Agus.
"Kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian bayi, nanti kita tunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit," tutup Agus.





