Absen dari Rapat! Sejumlah Besar Pejabat Tinggi di Zhongnanhai Tak Terlihat, Masa Depan Zhang Shengmin Dihadapkan Lima Bahaya Besar

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Memasuki tahun 2026, situasi politik internal Partai Komunis Tiongkok (PKT) tampak sangat tidak biasa. Baru-baru ini, empat pejabat tinggi setingkat wakil negara (副國級) PKT absen dari rapat Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), memicu perhatian luas. Selain itu, setelah peristiwa penangkapan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Zhang Youxia, masa depan Wakil Ketua KMP lainnya, Zhang Shengmin, juga menjadi bahan spekulasi.

EtIndonesia. Pada 6 Februari 2026, rapat Ketua ke-46 CPPCC Nasional ke-14 digelar di Beijing. Ketua CPPCC Wang Huning memimpin dan menyampaikan pidato. Wakil Ketua CPPCC Hu Chunhua, Shen Yueyue, Ho Hau-wah, Su Hui, Wang Yong, dan Zhou Qiang hadir dalam rapat tersebut.

Menurut laporan, dari 23 Wakil Ketua CPPCC Nasional, 19 orang hadir dan 4 orang absen. Keempat orang tersebut adalah Wakil Ketua CPPCC sekaligus Wakil Sekretaris Kelompok Partai Shi Taifeng, Wakil Ketua CPPCC Pabala·Gelelangjie, mantan Ketua Daerah Otonom Zhuang Guangxi Chen Wu, serta Wakil Ketua Eksekutif Komite Sentral Asosiasi Pembangunan Demokrasi Tiongkok Qin Boyong.

Hingga kini, alasan ketidakhadiran keempat orang tersebut masih belum diketahui. Dalam setengah bulan terakhir, Shi Taifeng telah dua kali absen dari rapat tingkat tinggi CPPCC. Qin Boyong telah absen dari rapat tingkat tinggi CPPCC selama lebih dari empat bulan berturut-turut, dan sebelumnya sempat beredar kabar bahwa ia sedang diselidiki. Chen Wu juga pernah dua kali absen dari rapat Ketua CPPCC.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas PKT telah menangani sejumlah besar pejabat tinggi partai, pemerintahan, dan militer. Namun, banyak dari mereka yang setelah dicopot dari jabatannya justru tidak diketahui keberadaannya, bahkan “menghilang”.

Komentator independen Du Zheng sebelumnya menulis di media Taiwan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penanganan PKT terhadap sejumlah pejabat tinggi sudah tidak lagi dilakukan secara terbuka. Banyak orang yang setelah dicopot tidak diketahui ke mana perginya, dan lebih banyak lagi yang diselidiki tanpa pengumuman resmi. Disebutkan bahwa mereka termasuk dalam kategori “penanganan internal”, bahkan ada yang diduga dieksekusi secara rahasia.

Menurut statistik, sejak tahun 2023 sedikitnya lebih dari 122 jenderal militer PKT telah diselidiki. Pada Januari tahun ini, peristiwa penangkapan Wakil Ketua KMP Zhang Youxia dan anggota KMP Liu Zhenli mengguncang opini publik. Peristiwa ini juga menyoroti bahwa konflik internal di tingkat atas telah benar-benar terbuka.

Komisi Militer Pusat ke-20 yang dibentuk langsung oleh Xi Jinping pada tahun 2022 beranggotakan tujuh orang. Kini, selain Xi Jinping sendiri, hanya Zhang Shengmin yang tersisa. Wakil Ketua KMP Zhang Youxia dan He Weidong, serta anggota KMP Li Shangfu, Miao Hua, dan Liu Zhenli semuanya telah tumbang.

Pada 6 Februari sore, ketika Xi Jinping menghadiri pertunjukan seni Tahun Baru untuk veteran militer di Beijing, dari jajaran pimpinan militer hanya Wakil Ketua KMP Zhang Shengmin yang mendampingi. Cuplikan yang ditayangkan media resmi PKT tampak sangat ironis dibandingkan dengan masa lalu.

Peneliti Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi, mengatakan kepada New Tang Dynasty bahwa hanya satu orang, Zhang Shengmin, yang mendampingi Xi Jinping berjabat tangan. Siapa pun dapat melihat bahwa Komisi Militer Pusat kini benar-benar berada dalam kondisi kosong atau “hampa”.

Orang-orang terdekat Xi Jinping satu per satu tumbang, dan kini masa depan Zhang Shengmin pun menjadi perbincangan. Banyak pengamat menilai bahwa Zhang Shengmin juga berada dalam posisi berisiko tinggi, dan mungkin suatu hari akan disingkirkan oleh Xi.

Mantan pejabat Komisi Disiplin Pusat Partai Komunis Tiongkok, Wang Youqun, menulis di Epoch Times pada 9 Februari bahwa pandangan ini masuk akal. Meskipun Zhang Shengmin kini menjadi satu-satunya Wakil Ketua KMP, berada tepat di bawah Xi dan di atas lebih dari dua juta personel militer, pada kenyataannya ia berjalan di atas es tipis—sedikit saja lengah, bisa terjerumus ke dalam jurang.

Penulis menganalisis lima alasan mengapa posisi Zhang Shengmin sangat berbahaya:

  1. Zhang Shengmin membantu Xi menyelidiki orang-orang Zhang Youxia, dan juga membantu Zhang Youxia menyelidiki orang-orang Xi;
  2. Zhang Shengmin telah menyinggung terlalu banyak orang;
  3. Di belakang Zhang Shengmin tidak ada pelindung kuat;
  4. Xi bahkan berani menjatuhkan Zhang Youxia, apalagi Zhang Shengmin;
  5. Konon Xi sangat percaya pada ramalan dan selalu gelisah terhadap sebuah ramalan dalam kitab ramalan Dinasti Tang Tui Bei Tu, serta terus berusaha mencegah ramalan itu menjadi kenyataan.

Penulis berpendapat bahwa semakin banyak kasus besar yang ditangani Zhang Shengmin, semakin banyak orang yang ia singgung dan semakin banyak permusuhan yang tercipta. Akibatnya, semakin banyak pula pihak yang ingin menjatuhkannya. Selain itu, Xi Jinping tidak menunjukkan belas kasihan kepada Zhang Youxia, sehingga terhadap Zhang Shengmin pun ia bisa berbalik kapan saja.

Disebutkan bahwa Xi sangat sensitif terhadap ramalan Tui Bei Tu. Menurut penulis, nama keluarga Zhang Youxia mengandung unsur karakter “gong” (busur). Kini Zhang Youxia telah disingkirkan. Nama keluarga Zhang Shengmin juga mengandung unsur karakter “gong”. Apakah Xi Jinping akan mentoleransi keberadaan Zhang Shengmin?

Penulis menyimpulkan bahwa dalam sistem pejabat PKT, semua orang ingin naik jabatan. Namun, ketika jabatan sudah sangat dekat dengan Ketua Komisi Militer Pusat, posisi tersebut justru menjadi sangat berbahaya. Saat ini, Zhang Shengmin sebagai satu-satunya Wakil Ketua KMP tetap menghadapi masa depan yang penuh risiko, bahkan tidur pun mungkin harus dengan satu mata terbuka.

Du Zheng baru-baru ini menulis di media Taiwan Up Media bahwa dengan jatuhnya Zhang Youxia, Xi Jinping juga menghadapi krisis baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain kekacauan personel militer, Xi tidak lagi memiliki orang yang benar-benar dapat dipercaya. Termasuk Zhang Shengmin yang masih bertahan di KMP—seorang “penyeimbang” yang justru sangat berbahaya. Selain itu, moral militer bergejolak dan kemarahan terpendam semakin menumpuk, yang berpotensi memicu pemberontakan saat perang. (Hui)

Editor bertanggung jawab: Tang Zheng


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyimpangan Ekspor CPO, Kerugian Negara Ditaksir Rp 14,3 T
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
PLN dan Borneo Indobara Perkuat Akselerasi Energi Bersih
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Hashim Sebut Pemerintah Akan Awasi OJK dan BEI demi Lindungi Investor
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Bertemu Prajogo, Anthony Salim Cs, Ini Bocoran Pembahasannya
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Penyesuaian Data PBI BPJS Dipelototi DPR, Menkes Minta Ini ke Warga RI
• 51 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.