PT Pertamina (Persero) memangkas jumlah entitas usahanya sebagai bagian dari agenda penataan dan perampingan (streamlining) bisnis. Dari sebelumnya 257 perusahaan, kini tersisa 242 entitas setelah dilakukan integrasi dan konsolidasi sejak 2025 hingga awal 2026.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemegang saham, termasuk Danantara dan pesan Presiden Prabowo agar BUMN dirampingkan supaya lebih kuat dan solid.
Menurut Agung, jajaran direksi dan komisaris Holding Pertamina baru saja memaparkan rencana kerja 2026 dan strategi ke depan kepada Danantara sebagai pemegang saham. Dalam pertemuan itu, isu streamlining menjadi perhatian utama.
"Beliau (COO Danantara Dony Oskaria) sampaikan pesan Pak Presiden Prabowo, salah satunya terhadap BUMN adalah bagaimana BUMN yang saat ini totalnya itu ada sekitar 1.044 perusahaan, ini bisa disederhanakan, dirampingkan sehingga menjadi semakin kuat dan solid. Dari 1.000 sekian itu, 25 persen-nya ada di Pertamina, 257 perusahaan. Saya kemarin melaporkan bahwa 2025 sejak saya masuk dan kemarin 2026, dari 257 sekarang sudah menjadi 242. Jadi ada 15 perusahaan yang berkurang," kata Agung di Pertamina Tanjung Sekong, Rabu (11/2).
Pengurangan tersebut antara lain berasal dari integrasi 10 special purpose vehicle (SPV) di Pertamina International Shipping (PIS) yang sebelumnya berperan sebagai entitas kapal. Entitas tersebut tidak dibubarkan, melainkan dilebur dalam struktur baru untuk memperkuat Subholding Downstream yang resmi diluncurkan pada 1 Februari lalu.
Agung menegaskan, perampingan ini bukan berarti menghilangkan bisnis, melainkan menata ulang agar lebih efisien dan bernilai tambah.
"Tapi artinya apa? Artinya yang namanya penataan, yang namanya streamlining, ini dilakukan semata-mata bukan untuk menghilangkan bisnis Pertamina, tapi menata agar bisnis Pertamina ini dijalankan dengan lebih solid, lebih efisien, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan," katanya.
Ia memastikan bisnis inti (core) di sektor energi tetap berada di bawah kendali Pertamina. Sementara unit usaha yang bersifat non-core akan diselaraskan dan dikelompokkan sesuai industrinya di bawah Danantara.
"Memang yang sifatnya non-core seperti bicara misalkan kesehatan, bicara terkait misalkan airline (penerbangan), walaupun kita memang sangat senang dan sangat bangga terbang dengan Pelita, tapi karena ini bukan bagian dari core Pertamina maka ini akan kita selaraskan, kita akan lepaskan ke Danantara dan dikelompokkan sesuai dengan industrinya," jelas Agung.
Fokus Perkuat Sinergi Internal
Agung menambahkan, pelepasan atau integrasi entitas tidak akan berdampak signifikan apabila tidak dibarengi dengan penguatan proses bisnis dan sinergi antar-subholding.
"Poin saya adalah pelepasan-pelepasan ini tidak akan bermakna signifikan kalau kita kemudian tidak memperkuat di dalamnya dengan: satu, membuat semakin efisien proses kita, dan kedua, juga menghasilkan bisnis yang saling memperkuat juga antar kita," ujarnya.
Ia mencontohkan potensi sinergi di sektor energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan panas bumi untuk mendukung bauran energi nasional. Kolaborasi dengan PLN disebut penting, namun Pertamina juga didorong memaksimalkan kapasitas internal.
Selain itu, peluang pengembangan data center, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga optimalisasi peran Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) menjadi bagian dari agenda transformasi.
Agung juga menyoroti perlunya sinergi di internal grup, termasuk penyediaan listrik untuk wilayah operasi hulu migas.
"Satu hal yang sudah menjadi catatan saya dan kita dorong adalah bagaimana PHR, Rokan, produser migas hulu migas terbesar di Republik ini, masa listriknya tidak bisa disuplai dari Pertamina dengan kapabilitas dari Pertamina, dari PNRE. Pelan-pelan. Jadi bentuk-bentuk sinergi semacam ini adalah yang sangat penting. Kalau kita mau bicara keberlanjutan, kita bicara ESG, maka harus dibuktikan dengan kerja sama real yang semaksimal mungkin bisa menghasilkan bisnis bagi kita semua," tegasnya.





