Bimbingan Manasik Nasional, Menhaj Sampaikan Inovasi Strategis dan Mengimbau Kesiapan Jemaah Sejak Dini

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf memaparkan sejumlah penguatan kebijakan dan inovasi penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026). 

Kegiatan ini diikuti jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui zoom meeting.

Menhaj menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bentuk kehadiran negara yang lebih fokus dan terarah dalam memberikan layanan khusus bagi jemaah haji Indonesia.

 BACA JUGA:Menhaj Paparkan Inovasi Haji 2026, Turunkan Biaya hingga Kampung Haji di Mekkah

Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.

“Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah wujud kehadiran negara untuk melayani jemaah haji Indonesia secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Gus Irfan, sapaan karib Menhaj.

Salah satu inovasi yang disampaikan Menhaj adalah penguatan pelayanan yang berpusat pada jemaah. Seluruh kebijakan haji dirancang dengan mempertimbangkan kondisi riil jemaah Indonesia, termasuk usia, kesehatan, serta kebutuhan pendampingan selama beribadah.

Gus Irfan juga menyampaikan penguatan program strategis penyelenggaraan haji, antara lain penurunan biaya haji, penyamarataan daftar tunggu yang lebih berkeadilan, serta optimalisasi peran haji dalam mendorong ekspor produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi.

Selain itu, konsep Kampung Haji terus dikembangkan sebagai bagian dari layanan jemaah yang terintegrasi.

Dalam aspek layanan, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmen terhadap haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan melalui penguatan pendampingan, perhatian pada keterbatasan fisik dan kesehatan, serta perlindungan keamanan dan kenyamanan jemaah.

BACA JUGA:Menhaj Inisiasi Beras Haji Nusantara, Pastikan Jemaah Makan Nasi Premium RI

Gus Irfan juga menekankan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama jemaah dalam mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Manasik haji menjadi ruang untuk menyiapkan pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib,” katanya.

Lebih lanjut, Menhaj menjelaskan konsep istithaah kesehatan yang meliputi kemampuan finansial, kesehatan, dan pemahaman syariat sebagai dasar kesiapan jemaah.

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman ibadah yang dibangun sejak dini, karena haji adalah ibadah yang sakral dan memiliki waktu tunggu yang panjang,” tegas Menhaj.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASDP Prediksi 1,67 Juta Penumpang Lintasi Ketapang–Gilimanuk saat Lebaran 2026, Siapkan Hingga 32 Kapal
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Pilot dan Co Pilot Tewas
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penganiaya Tetangga di Jakbar Buka Suara, Akui Kesalahan dan Ingin Damai
• 47 menit lalukompas.com
thumb
IHSG Ditutup di Zona Hijau di Sesi I, Naik 1,60% ke 8.261
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bonatua Sebut Informasi yang Diuji Roy Suryo Cs Identik dengan Salinan Ijazah dari KPU RI
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.