JAKARTA, KOMPAS.com – Dodo Siagian, penganiaya tetangga di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, bernama Darwin (32) akhirnya buka suara terkait insiden yang melibatkan dirinya dan anaknya, Nasio Siagian.
Meski kini proses hukum tengah berjalan dan terjadi aksi saling lapor antara dirinya dengan Darwin, Dodo secara terbuka mengakui kesalahannya telah memukul tetangganya tersebut.
Ia pun berharap kasus ini bisa diselesaikan melalui jalur damai dengan korban tanpa berlanjut ke proses hukum.
Baca juga: Jalan Rusak Parah di Depan Mall Taman Anggrek, Rawan Kecelakaan
"Kalau saya sih maunya ke penyidik juga saya bilang gitu, ya tolong dibantulah ya kan untuk damai. Saya ngaku salah. Ya biar gimana pun namanya orang emosi enggak ada yang benar," ujar Dodo saat diwawancarai Kompas.com di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (11/2/2026) sore.
Dodo menyadari tindakannya melakukan kekerasan tidak dapat dibenarkan dari sisi mana pun.
Namun, ia berharap agar korban dapat memaklumi kondisi emosi yang meledak sesaat.
"Di mana sih ada orang emosi benar gitu loh, orang emosi itu salah. Ya saya salah memang di situ emosi memaki," ucapnya.
Dalih Bela Anak yang Dipiting
Dodo menceritakan, aksi pemukulan itu terjadi secara refleks karena nalurinya sebagai ayah yang melihat anaknya sedang bergulat dan dipiting lehernya oleh Darwin.
Saat tiba di lokasi kejadian usai ditelepon anaknya, Dodo mengklaim melihat Darwin sudah melakukan kontak fisik lebih dulu terhadap putranya, Nasio.
"Saya melihatnya (anak saya) sudah dipiting, bergulat dipiting gitu, tangannya dipiting. Ya saya sebagai manusia, emosi saya keluar juga kan," kata Dodo.
Baca juga: Jalan Berlubang di Depan Mall Taman Anggrek, Jangan Tunggu Korban Baru Diperbaiki!
Melihat hal itu, Dodo mengaku turun dari mobil dan memukul bagian tubuh bawah Darwin agar pitingan tersebut dilepaskan.
"Ya jujur ya, saya juga memukul paha sama paha kiri sama pantat pokoknya. Tadi saya sampain juga ke penyidik. Ya saya harus jujur dong," jelasnya.
Namun, ia membantah telah memukul wajah Darwin hingga mengalami luka.
Menurut dia, dirinya hanya menekan wajah Darwin untuk memaksanya melepaskan kuncian pada leher anaknya.
"Saya pegang begini (tekan wajah), 'Ampun enggak? Ampun enggak?' saya bilang. Karena tangan enggak ada yang bisa buka pegangan anak saya. Akhirnya dia bilang 'Ampun, ampun'. Itulah baru dilepaskan anak saya," papar Dodo.