Kronologi Kwon Mina Eks AOA Alami Luka Bakar Saat Jalani Perawatan Wajah, Siap Tempuh Jalur Hukum

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kabar mengejutkan datang dari mantan anggota grup K-Pop AOA, Kwon Mina. Melalui media sosial pribadinya, aktris sekaligus penyanyi ini mengungkapkan pengalaman traumatis yang dialaminya setelah menjalani prosedur perawatan kecantikan wajah.

Mina mengaku menderita luka bakar serius yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mentalnya. Berikut adalah kronologi kejadian yang dialami oleh Kwon Mina berdasarkan penuturan resminya melalui media sosial.

1. Menjalani Prosedur di Tanggal 24 Bulan Lalu

Pada tanggal 24 bulan lalu, Kwon Mina mengunjungi sebuah klinik kecantikan langganannya untuk menjalani prosedur facial lifting. Ia menjelaskan bahwa tujuannya menjalani perawatan tersebut adalah murni untuk menunjang penampilannya agar terlihat lebih cantik.

"Pada 24 Januari 2026, tiba-tiba saya mendapat banyak peluang bagus dan janji temu dari akhir Januari hingga Februari, jadi saya memutuskan menjalani prosedur Shrink Lifting agar terlihat lebih cantik," ungkap Mina seperti dikutip Grid.ID melalui laman tenasia.com, Rabu (11/2/2026).

2. Merasakan Sakit yang Luar Biasa Saat Terbangun

Pasca prosedur selesai, Mina merasakan ada yang salah dengan kondisi kulitnya. Begitu ia membuka mata, ia merasa kulit wajahnya seolah-olah sedang robek.

Saat bercermin, ia mendapati kondisi wajah yang mengerikan. Kulitnya mengelupas lapis demi lapis, menggulung, serta mengeluarkan cairan dan lepuhan akibat luka bakar.

"Saat membuka mata, saya merasakan sakit yang luar biasa seolah-olah kulit saya robek. Saya ingin melihat cermin, tetapi kulit saya terkelupas berlapis-lapis karena luka bakar, disertai lepuhan dan cairan yang keluar. Rasanya sungguh putus asa," tulisnya.

3. Diagnosis Luka Bakar Derajat Dua

Pada tanggal 8 Februari, Mina akhirnya mengungkap kondisi wajahnya yang memerah dan dipenuhi bekas luka ke publik. Berdasarkan pemeriksaan medis, ia didiagnosis menderita luka bakar derajat dua (second-degree deep partial-thickness burn). Ini merupakan kondisi di mana kerusakan kulit telah mencapai lapisan dermis yang lebih dalam.

 

"Diagnosisnya adalah luka bakar dalam derajat dua, dengan 10% tubuh saya mengalami luka bakar di area wajah. Luka bakar itu benar-benar menyakitkan," katanya.

Kondisi ini memicu kembali serangan panik yang dideritanya, terlebih saat melihat ibunya menangis melihat kondisi wajahnya.

4. Dugaan Kelalaian Pihak Klinik

Mina meluapkan kekecewaannya terhadap prosedur operasional di klinik tersebut. Meskipun ia adalah pasien tetap yang berkunjung sebulan sekali, ia merasa prosedur kali ini sangat lalai.

Ia mengklaim bahwa pihak klinik tidak meminta formulir persetujuan tidur (bius), formulir panduan prosedur, maupun melakukan pengambilan foto sebelum tindakan. Selain itu, ia tidak menerima pemeriksaan atau diagnosis kulit terlebih dahulu sebelum prosedur dilakukan.

Pihak klinik kabarnya berkilah bahwa mereka tidak perlu meminta tanda tangan persetujuan setiap kunjungan karena sudah mendapatkan formulir persetujuan pada Oktober tahun sebelumnya. Sementara itu, pihak klinik membantah adanya malpraktik dan mengungkap kecelakaan terjadi karena adanya cacat pada alat yang digunakan.

"Dokter mengatakan tidak terjadi apa-apa selama prosedur. Mereka menduga penyebabnya adalah tip (ujung alat) Shrink yang cacat. Namun saat saya tanya apakah mereka memeriksanya, mereka bilang jika cacat, alat itu tidak akan berfungsi," jelas Mina.

Ia menambahkan, "Mereka bilang tidak perlu persetujuan setiap kali karena saya sudah menandatanganinya pada Oktober 2025. Namun, persetujuan saat itu adalah untuk V-Lifting, yang berbeda dengan Shrink. Efek dan efek sampingnya tentu berbeda."

5. Dampak Psikologis dan Pembatalan Jadwal Kerja

Kejadian ini memberikan dampak yang sangat berat bagi Mina. Ia mengaku mengalami serangan panik akibat kondisi wajahnya. Tak hanya itu, ibunya pun menangis setelah melihat luka di wajah sang putri.

 

Akibat cedera ini, Kwon Mina terpaksa menunda hingga membatalkan sejumlah jadwal pekerjaan yang sudah direncanakan. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial kepada pihak-pihak yang terdampak dan orang-orang yang sulit ia hubungi selama masa pemulihan ini.

6. Siap Tempuh Jalur Hukum

Meskipun dokter awalnya berjanji akan bertanggung jawab, komunikasi buntu saat membahas kompensasi kerugian finansial (bukan kerugian emosional). Mina merasa pihak klinik lebih mementingkan biaya pengobatan internal daripada kesembuhannya di rumah sakit spesialis.

"Jika mereka benar-benar peduli pada pemulihan kulit saya, bukankah seharusnya mereka menyuruh saya ke rumah sakit spesialis luka bakar? Karena mereka ingin tahu jumlah (kompensasi) yang tepat secara hukum, bukan berdasarkan perasaan, maka ini berakhir di pengadilan," tegas Mina.

Insiden ini menambah beban mental Mina, yang selama empat tahun terakhir juga tengah berjuang dalam kasus hukum lain sebagai korban.

"Sangat melelahkan untuk mengumpulkan dokumen, menyerahkan bukti, dan menyewa pengacara lagi," tutupnya.

Kwon Mina sendiri memulai debutnya bersama AOA pada tahun 2012. Setelah memutuskan hengkang dari grup pada tahun 2019, ia fokus meniti karier di dunia seni peran dan berbagai bidang lainnya di industri hiburan Korea Selatan.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imlek-Ramadan Berdekatan, Wali Kota Semarang Ajak Perkuat Toleransi
• 6 jam laludetik.com
thumb
Komisi I soal Smart Av Ditembak OTK: Segera Investigasi, Ungkap Pelaku dan Motif
• 50 menit lalukumparan.com
thumb
Usai Rapat dengan Prabowo, KSAD: TNI Bersiap untuk Daerah Konflik Termasuk Gaza
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Bos Danantara Blak-blakan Alasan Pembentukan Perminas
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kena Sentil Trenggono di Medsos, Purbaya Tanggapi Santai: Pak Menteri Teman Baik
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.