Liputan6.com, Jakarta - Polisi Polres Tangerang Selatan (Tangsel) melibatkan Puslabfor untuk menyelidiki kandungan kimia apa saja yang ada di dalam gudang penyimpanan bahan kimia hingga menyebabkan pencemaran di Sungai Cisadane.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan menuturkan, setelah dipastikan api sudah padam secara keseluruhan, pihaknya berkordinasi dengan Puslabfor untuk pengambilan beberapa sampel.
Advertisement
"Puslabfor itu datangnya kemarin, Selasa 10 Februari 2026. Nah, selain Puslabfor kita juga dibantu Brimob, dari Brimob Polda Metro Jaya dan Korbrimob terkait unit KBR, Kimia, Biologi, dan Radioaktif," ujar Wira, Rabu (11/2026).
Kedua unit tersebut bersama melakukan pengecekan terkait bahan kimia apa saja yang tersimpan di gudang tersebut. Sebab, kata Wira, setelah kebakaran tersebut, sampai malam hari, kondisi api di dalam gudang masih sempat menyala, lalu dipadamkan, dan nyala kembali. Hingga akhirnya benar-benar padam di keesokan harinya.
Pihak kepolisian dan DLH Kota Tangerang Selatan pun sudah mengambil sampel barang bukti. Kepolisian juga sudah melakukan olah TKP, hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil dari Puslabfor terkait kandungan bahan kimia apa saja yang ada di dalam gudang tersebut.
"Kita sementara masih menunggu hasil dari Puslabfor, untuk menentukan yang pertama adalah apa sih sumber apinya? Nah, nanti disandingkan dengan hasil penyelidikan kita, apakah ternyata memang ada kelalaiankah, atau mungkin kesengajaan, atau mungkin memang benar-benar force majeure. Jadi ini kita masih tunggu," tutur Wira.




