Pemerintah Inggris mengumumkan akan menambah jumlah pasukan militer yang ditempatkan di Norwegia. Pasukan Inggris itu disebutkan akan memainkan peran "penting" dalam misi terbaru aliansi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) di kawasan Arktik untuk menghadapi "meningkatnya ancaman Rusia".
Dengan penambahan itu, seperti dilansir AFP, Rabu (11/2/2026), maka jumlah pasukan militer Inggris di Norwegia akan bertambah dari 1.000 personel menjadi 2.000 personel. Penambahan pasukan itu akan dilakukan Inggris dalam waktu tiga tahun ke depan.
Keputusan ini diambil Inggris ketika Amerika Serikat (AS) akan melepaskan dua pos komando regional teratas NATO untuk menekan para sekutunya agar mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas pertahanan aliansi militer tersebut.
"Keamanan kawasan Arktik dan Kutub Utara akan diperkuat terhadap meningkatnya ancaman Rusia seiring dengan peningkatan kehadiran Inggris di kawasan tersebut," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, akan mengonfirmasi dalam kunjungan ke situs militer Inggris di Norwegia bahwa pasukan Inggris akan terlibat dalam misi Arctic Sentry NATO untuk memperkuat keamanan di kawasan tersebut.
Negara-negara anggota NATO di kawasan Eropa telah berupaya keras untuk meningkatkan pertahanan di kawasan tersebut, setelah Presiden AS Donald Trump menggunakan apa yang disebutnya sebagai ancaman Rusia dan China untuk membenarkan ambisinya merebut Greenland dari Denmark.
"Tuntutan terhadap pertahanan meningkat, dan Rusia menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan Arktik dan Kutub Utara yang pernah kita lihat sejak Perang Dingin," kata Healey dalam pernyataannya.
(nvc/ita)





