Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menjelaskan kelanjutan dari proyek Inpex Masela Ltd di Lapangan Gas Abadi di Blok Masela. Proyek gas raksasa itu ditarget mulai groundbreaking sebelum Lebaran 2026.
Saat ini proyek tersebut memang masih menunggu persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
“Itu mudah-mudahan ini bisa groundbreaking juga sebelum Lebaran. Sekarang sedang persiapan untuk groundbreaking di lapangan,,” kata Djoko dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (11/2).
Untuk Amdal, Djoko menuturkan izin tersebut akan diberikan dalam waktu dekat oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Berharap bisa berproduksi (first gas) pada 2030 atau lebih cepat.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar USD 20,9 miliar. Nantinya, kapasitas produksi Liquefied Natural Gas (LNG) proyek tersebut akan mencapai 9,5 Million Tonnes Per Annum (MTPA) dan gas pipa domestik kurang lebih 150 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).
Inpex Corporation (Inpex), melalui anak perusahaannya Inpex Masela Ltd, menargetkan proyek LNG Abadi Masela akan menjadi Carbon Capture Storage (CCS) hub alias pusat CCS. Ada kenaikan investasi Abadi Masela yang diakibatkan teknologi CCS mencapai 5 persen dari total investasi, yakni USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun (kurs Rp 16.331 per dolar AS).





