Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkap total piutang iuran BPJS Kesehatan yang tidak tertagih saat ini mencapai Rp26,47 triliun.
Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, saat membahas agenda penghapusan tunggakan iuran pada Rabu (11/2/2026).
Menurut Budi, pembahasan kebijakan tersebut dipimpin oleh kementerian koordinator.
“Nah, selanjutnya kita akan bicarakan agenda pertama mengenai penghapusan tunggakan iuran. Bapak Ibu memang di sini Kemenkes partisipasi. Lead-nya ada di kantor Menko, nanti kalau saya boleh BPJS bisa menjelaskan dengan lebih lengkap dibandingkan dengan Kemenkes,” kata Budi.
Ia memaparkan, jumlah peserta BPJS yang tidak aktif per 2026 mencapai sekitar 63 juta orang. Angka ini melonjak drastis dari tahun sebelumnya, pada 2025 jumlahnya ada sekitar 49 juta.
“Bapak Ibu, ini adalah total peserta yang tidak aktif. Jumlahnya sekarang per 2026 hitung saja ada 63 jutaan, ini mungkin masih yang tahun 2025 sekitar 49 jutaan,” ujarnya.
Budi menjelaskan, peserta tidak aktif terbagi dalam dua kategori. Pertama, tidak aktif karena menunggak iuran. Kedua, tidak aktif karena mutasi atau pindah kategori kepesertaan.
“Tidak aktif itu ada dibagi dua kategori. Dia tidak aktif karena menunggak iuran, yang kedua adalah dia tidak aktif karena mutasi. Mutasinya itu mutasi keluar,” jelasnya.
Ia mencontohkan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang keluar dari kategori tersebut dan berpindah ke peserta mandiri.
“Misalnya yang PBI, 16,9 juta itu tidak aktif kenapa? Dia tidak aktif keluar dari PBI, bisa ke kategori-kategori PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) mungkin dia pindahnya ke PBPU mandiri atau yang lain. Sehingga dia tidak bayar iurannya. Itu perbedaannya dengan yang tidak aktif menunggak, kalau tidak aktif menunggak itu benar-benar misalnya PBPU mandiri, 13,8 juta itu memang statusnya dia di situ kemudian dia berhenti bayar aja,” paparnya.
Menurut Budi, dari sisi jumlah orang, kategori PBI paling banyak menunggak, yakni 6,9 juta orang. Namun dari sisi nominal rupiah, tunggakan terbesar justru berasal dari peserta mandiri.
“Nah, total piutangnya, kalau diperbankan ini kita bilangnya utang yang tidak tertagih ada 26,47 Triliun. Nah kalau kita lihat menarik, kalau PBI yang menunggak paling banyak yang ada di kategori PBI, 6,9 juta, itu dari sisi jumlah orang. Tapi dari sisi jumlah rupiah ternyata yang besar adalah yang PBPU Mandiri sebesar 22,2 triliun,” ungkapnya.




