Pernikahan Juga Bisa Terserang Stroke

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seorang pria terserang stroke. Bagian kiri tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Dia merasa sangat menderita secara batin.

Para kerabat dan sahabat datang untuk menghiburnya.

Namun pria itu berkata : “Aku tidak takut penyakitku ini tidak bisa disembuhkan. Yang paling kutakutkan adalah… aku tak bisa mempertahankan istriku.”

Tak lama kemudian, kekhawatirannya benar-benar terjadi. Istrinya meninggalkannya.

Para kerabat mencaci sang istri, menyebutnya wanita yang dingin dan tak berperasaan.

Namun pria itu berkata dengan tenang: “Jangan salahkan dia. Yang bersalah adalah aku.”

Lalu dia mengaku dengan penuh penyesalan:

“Saat dia sibuk memasak dan kewalahan, aku hanya duduk diam di depan televisi tanpa membantu sedikit pun. Saat dia sakit dan perlu pergi ke rumah sakit, aku berdalih sibuk bekerja dan membiarkannya pergi sendiri

Ketika dia membeli baju baru dengan penuh kegembiraan dan bertanya pendapatku, aku bahkan tidak meliriknya.

Saat dia membutuhkan kehadiranku, aku justru memilih lembur hingga larut malam demi menyenangkan atasan, bermain kartu di kantor.

Bahkan pada hari ulang tahunnya, jika bukan karena pengingat darinya, aku baru teringat keesokan harinya.”

Sesungguhnya, pernikahan kami sudah lama terkena stroke karena semua sikapku itu.
Hanya saja, dulu aku tidak menyadarinya.”

Sekarang, setelah sisi kiri tubuhku benar-benar lumpuh, aku baru merasakannya dengan jelas.”

Kisah dan pengakuan ini kemudian sampai ke telinga sang istri.

 Dia sangat tersentuh.

Wanita itu berkata:  “Kalau dia bisa menyadarinya sampai sejauh ini, aku akan kembali.”

Di bawah perawatan penuh kasih sang istri, kondisi pria itu perlahan membaik.

Suatu senja, mereka berjalan bersama.  Sang istri bertanya: “Bagaimana kamu bisa terpikir bahwa pernikahan juga bisa terkena stroke?”

Pria itu menjawab: “Ketika tangan kananku digigit nyamuk dan terasa sangat gatal, tangan kiriku sama sekali tidak bereaksi. Kalau aku tidak terkena stroke, mungkinkah hal itu terjadi?
Dulu, kamu begitu lelah dan berjuang sendirian, sementara aku sama sekali tidak ikut menanggungnya. Sekarang aku sadar, itulah yang disebut stroke dalam pernikahan.”

Kini, mereka telah menjadi pasangan yang penuh kasih. 

Karena melalui penyakit itu, sang pria menemukan sebuah teori pernikahan baru: “Suami dan istri seharusnya seperti tangan kiri dan tangan kanan. Saat tangan kiri lelah membawa barang, tanpa diminta tangan kanan akan segera membantu. Saat tangan kanan terluka, tanpa perlu berteriak atau memohon, tangan kiri akan langsung terulur.”

Jika tangan kiri terasa gatal tetapi tangan kanan tak mampu menjangkaunya, maka tubuh orang itu pasti telah terkena stroke atau lumpuh.

Begitu pula dengan tubuh bernama cinta dan pernikahan. Jika salah satu pihak tidak lagi berinisiatif untuk peduli dan memperhatikan, lama-kelamaan, seiring memburuknya keadaan, hubungan itu pun akan mengalami stroke dan kelumpuhan.

Hikmah Cerita

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan perasaan. Hubungan antarmanusia membutuhkan perhatian dan kepedulian untuk tetap terjaga.

Ketika satu pihak memberi dengan tulus, tetapi yang diterima hanyalah sikap dingin dan tak peduli, maka ikatan itu akan semakin rapuh, hingga akhirnya kedua orang tersebut berjalan di jalan masing-masing.

Banyak hal, sekali hilang, hampir mustahil untuk kembali seperti semula. Karena itu, sebelum kehilangan, belajarlah untuk menghargai dan menjaga apa yang sudah dimiliki.(jhn/yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Maling Kabel di 46 SPBU Jakarta-Bogor
• 17 jam laludetik.com
thumb
Rabu, SIM Keliling kembali tersedia di lima lokasi Jakarta
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Rano Karno Soroti Trotoar Jadi Lahan Parkir dan PKL: Itulah Uniknya Jakarta
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Batas Terakhir Bayar Utang Puasa Ramadan, Simak Penjelasan Kemenag
• 17 jam laludetik.com
thumb
Danantara Buka Keran IPO BUMN, Eksekusi Mulai 2027
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.