Bisnis.com, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melalui anak usahanya menerima surat penunjukan PSC Cendramas di lepas pantai Malaysia.
Manajemen Medco menyampaikan penunjukan itu diterima oleh Medco Asia Pacific Limited dari Petroliam Nasional Berhad atau Petronas. Surat tersebut berisi kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) Cendramas.
“Medco Asia Pacific Limited, Dialog Resources Sdn. Bhd., dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd adalah mitra yang diusulkan,” papar manajemen Medco dalam keterangan resmi, Rabu (12/2/2026).
Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco, menyampaikan terima kasih kepada Petronas atas penunjukan tersebut dan kepercayaan yang diberikan untuk menetapkan Medco Asia Pacific Limited sebagai operator PSC Cendramas.
“Kami terus menantikan kerja sama yang erat dengan Petronas, Dialog, dan EnQuest untuk menjalankan kegiatan operasi yang aman dan andal serta memaksimalkan nilai dari aset ini,” ucapnya.
Manajemen Medco menambahkan penunjukan itu tetap tunduk pada pelaksanaan PSC dan Perjanjian Operasi Bersama serta persyaratan pendahuluan lain yang ditetapkan oleh Petronas.
Terkait dengan lini bisnis minyak dan gas, MEDC menargetkan produksi antara 165.000–170.000 barel setara minyak per hari (boepd) pada 2026 atau tingkat produksi tertingginya.
CEO Medco Energi Roberto Lorato mengatakan MEDC sudah mampu mencatat produksi rata-rata minyak dan gas bumi (migas) sebesar 156.000 boepd pada 2025. Realisasi produksi migas itu naik dibanding tahun sebelumnya yang berada di level 152.000 boepd.
"Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," kata Roberto dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (29/1/2026).
Adapun, realisasi produksi migas MEDC pada 2025 didukung oleh proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%.
Sebelumnya, MEDC mengakuisisi Fortuna International (Barbados) Inc, dari Repsol E&P, S.à.r.l. Fortuna International merupakan pemegang hak kepemilikan tidak langsung sebesar 24% di PSC Corridor.
Adapun, pada kuartal IV/2025, produksi migas mencapai puncaknya, yakni sebesar 178.000 boepd dan rata-rata 176.000 boepd selama kuartal tersebut.





