Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konstruksi, PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) membidik sejumlah proyek pengembangan infrastruktur berskala nasional dengan potensi nilai kontrak jumbo. Hal itu seiring dengan masuknya PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali baru.
Direktur Asri Karya Lestari Yudra Saputra menjelaskan bahwa perseroan bersama WKM tengah mengimplementasikan rencana bisnis yang fokus pada penguatan kompetensi inti di sektor infrastruktur strategis.
“Dengan fokus pada penguatan kompetensi inti di sektor konstruksi infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, bandara, dan fasilitas logistik nasional,” ujar Yudra dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), ASLI memetakan rencana kerja jangka pendek 2025–2026 dengan mengikuti tender revitalisasi runway dan x Bandara Sentani serta Bandara Ngurah Rai.
Proyek di sisi udara itu diperkirakan bernilai sekitar Rp300 miliar dan diharapkan menjadi pendapatan berulang (recurring income) bagi perseroan.
Untuk jangka menengah 2026–2028, WKM mendorong ASLI mengekspansi lini bisnis logistik nasional. Melalui unit bisnis strategis yang dimiliki, perseroan sedang menjajaki persiapan pembangunan gudang skala nasional senilai kurang lebih Rp5 triliun lewat skema kerja sama operasi (KSO) dengan BUMN Karya.
Sementara itu, untuk mendukung ambisi tersebut, emiten yang melantai sejak 2024 tersebut juga menyiapkan penguatan kapasitas alat produksi dengan mengalokasikan dana sekitar Rp330 miliar pada periode 2025–2027.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan Asphalt Mixing Plant (AMP), Asphalt Finisher, hingga Batching Plant merek SANY yang bersumber dari kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan.
“Seluruh rencana strategi dan business plan tersebut dinilai feasible karena didukung oleh pipeline proyek pemerintah dan BUMN yang berkelanjutan, serta penerapan skema pendanaan berbasis proyek,” lanjut Yudra.





