Grid.ID - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan berarti harus menghentikan aktivitas olahraga. Pakar kesehatan dan pelatih olahraga menekankan bahwa dengan pengaturan waktu, jenis latihan, dan intensitas yang tepat, olahraga tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu ibadah maupun kesehatan tubuh.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah waktu berolahraga. Waktu terbaik untuk beraktivitas fisik saat puasa adalah menjelang berbuka puasa, setelah berbuka, atau setelah sahur di pagi hari.
Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sri Winarni mengatakan, berolahraga menjelang berbuka puasa membantu tubuh mendapatkan asupan energi sesudahnya. Sementara olahraga setelah berbuka bisa memberikan kesempatan tubuh terhidrasi dan pulih energi sebelum aktivitas berikutnya.
"Sore menjelang berbuka puasa. Bisa juga sebelum sahur, sesudah berbuka," ujarnya yang diberitakan Kompas.com (7/3/2024).
Selain itu, olahraga ringan seperti jalan kaki atau jogging ringan juga bisa dilakukan setelah sahur. Hal ini membantu tubuh tetap aktif tanpa terlalu menguras energi yang dibutuhkan sepanjang hari puasa.
Pemilihan jenis olahraga yang tepat sangat penting. Para ahli menyarankan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki cepat, yoga, pilates, atau peregangan tubuh.
Olahraga seperti bersepeda santai, berenang ringan, atau latihan fleksibilitas juga termasuk pilihan yang aman saat puasa. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran jantung dan otot tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Michael Triangto, Sp.KO menambahkan, olahraga aerobik bisa dilakukan pada pagi hari setelah sahur hingga usai waktu shalat Subuh. Dikutip dari Kompas.com (4/4/2024), jenis olahraga yang bisa dilakukan pada pagi hari saat puasa yakni jalan, lari ringan, dan bersepeda.
Michael menambahkan, olahraga yang cocok dilakukan jelang berbuka puasa adalah olahraga ringan dengan menggabungkan aerobik dan latihan beban, seperti push up atau sit up. Setelah berbuka puasa, dia baru menyarankan masyarakat melakukan olahraga dengan intensitas lebih berat seperti kardio.
Sri menyarankan olahraga saat puasa agar dilakukan selama 20-30 menit dan maksimal 60 menit untuk seorang atlet. Olahraga yang dilakukan pun harus berintensitas rendah hingga sedang agar tidak menyebabkan tubuh dehidrasi dan kelelahan.
Sementara itu, Michael menyebutkan, durasi waktu untuk berolahraga hanya 150 menit perminggu sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Durasi tersebut bisa dijalankan dengan olahraga selama lima hari dalam seminggu, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk sekali berolahraga selama 30 menit. Selain itu, olahraga bisa dilakukan selama tiga hari dalam seminggu, sehingga membutuhkan waktu 50 menit untuk setiap berolahraga.
Penting juga untuk mendengarkan sinyal tubuh saat berolahraga saat puasa. Jika merasa lemas, pusing, atau sangat haus, olahraga sebaiknya dihentikan untuk menghindari komplikasi kesehatan.
Para ahli di atas menyarankan agar olahraga dilakukan di tempat yang sejuk atau pada waktu ketika suhu tidak terlalu panas. Hal ini membantu tubuh tidak kehilangan banyak cairan melalui keringat saat berpuasa.
Orang yang menjalankan puasa juga perlu memperhatikan kualitas tidur dan istirahat yang cukup. Tidur yang baik membantu tubuh memulihkan energi dan memperkuat sistem imun saat tetap aktif berolahraga.
Dengan mengikuti panduan ini, olahraga saat puasa dapat menjadi aktivitas yang aman dan bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh sepanjang bulan Ramadhan. Tubuh yang tetap aktif dan sehat akan membantu umat menjalankan ibadah puasa dengan lebih optimal dan nyaman.(*)
Artikel Asli




