TNI Respons Penembakan Pesawat Smart Air oleh OTK di Papua

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon mengatakan, TNI akan mengecek soal insiden pesawat Smart Air dengan registrasi PK-SNR yang ditembak saat mendarat di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

"Kita sudah dapat informasi awal itu. Nanti kita cek di lapangan," kata Richard di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurut Richard, pihak TNI yang ada di daerah setempat juga sudah menindaklanjutinya.

"Pastinya sudah ditindaklanjuti oleh lapangan," tutur dia.

Baca juga: Mengenal Pesawat Smart Air, Maskapai Udara yang Jangkau Pedalaman Papua

Diberitakan, pesawat dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembaki oleh orang tidak dikenal (OTK) di Papua Selatan pada Rabu.

Berdasarkan informasi yang beredar, pesawat tersebut melayani rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu.

Pesawat dilaporkan berangkat sekitar pukul 10.38 WIT dengan belasan manifes penumpang.

Baca juga: Pesawat Smart Air Ditembak, Keamanan Bandara di Papua Disorot

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, seluruh penumpang pesawat Smart Air dengan registrasi PK-SNR yang ditembak saat mendarat di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, dipastikan selamat.

Johnny mengatakan, jumlah seluruh penumpang pesawat itu sebanyak 13 orang, termasuk satu balita.

Namun, pilot dan kopilot pesawat tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Baca juga: Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Polri Kerahkan Personel

"Informasi lapangan, kedua pilot meninggal dunia. Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat," kata Johnny kepada wartawan, Rabu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Johnny menyampaikan, Polda Papua bersama personel Operasi Damai Cartenz 2026 tengah melakukan konsolidasi untuk merespons peristiwa tersebut.

"Polda Papua dan personel Ops Damai Cartenz 2026 sedang konsolidasi untuk merespons peristiwa tersebut,” ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taruna Ikrar Kepala BPOM Resmikan Cafe Jamu Indonesia di PIK 2: Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Hashim Sebut Prabowo Marah Besar Saat IHSG Jatuh, Singgung Soal Kehormatan Negara
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Lalin Jakarta Rabu Sore: Simpang BSD Lancar, Beberapa Tol Dalam Kota Padat
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Absen dari Rapat! Sejumlah Besar Pejabat Tinggi di Zhongnanhai Tak Terlihat, Masa Depan Zhang Shengmin Dihadapkan Lima Bahaya Besar
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Dituding Cemari Anak Virgoun dengan Asap Rokok, Febby Carol Buka Fakta Sebenarnya
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.