Teguran untuk Ayah tak Sayang Anak

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang sahabat Nabi MuhammadSAW, Aqra' bin Habis at-Tamimi, menjadi musabab lahirnya sebuah hadis Rasulullah SAW yang mulia. Aqra' merupakan seorang lelaki yang memiliki 10 orang anak. Namun, ia merasakan kekeringan hubungan antara dirinya dan anak-anaknya.

Seperti umumnya laki-laki telah berumah tangga, ia adalah seorang suami dan sekaligus bapak. Tanggung jawab utamanya adalah mencari nafkah. Namun, kesibukannya telah membuat hubungannya dengan anak-anak menjadi hambar.

Baca Juga
  • AS Kehilangan Akal Taklukkan Teheran, Beraninya Ancam Sita Kapal Tanker Iran
  • IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen ke Level 8.290, Investor Makin Optimistis
  • Dicari Perusahaan, Gaji Kompetitif: Prodi Software Engineering (RPL) Buka Banyak Pintu Karier

Suatu ketika, Aqra' sedang berjalan dan bertemu dengan Rasulullah SAW. Ada yang spesial dari Rasulullah hari itu. Beliau SAW sedang menggendong dan menciumi kedua cucunya, Hasan dan Husain.

Spontan Aqra' pun berkomentar seraya mengadukan keadaannya. “Ya Rasulullah, aku memiliki 10 anak, namun tak ada satu pun yang pernah kucium.” Mendengar sikap Aqra' terhadap anaknya, Rasulullah SAW lantas bersitatap tajam dengannya. “Ketahuliah,” sabda Beliau SAW, “Siapa pun yang enggan menyayangi, niscaya tidak akan disayang.”

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam sebuah riwayat lain, seorang Badui datang kepada Rasulullah SAW. Si Badui ini heran dengan perlakuan Nabi SAW dan para sahabatnya yang begitu memperhatikan anak. “Mengapa kalian menciumi anak-anak kalian? Kami tidak pernah melakukan itu,” protes sang Badui.

Rasulullah SAW lantas menukas, “Kalau begitu, aku tidak dapat mencegah seandainya Allah mencabut rasa kasih sayang dari dalam hatimu.”

Dua hadits yang termaktub dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim ini mengajarkan kita banyak hal. Rasulullah SAW tentu memiliki peran yang lebih banyak dari Aqra' maupun sang Badui. Beliau SAW tentu sosok yang sangat luar biasa sibuk karena perannya yang tak sedikit. Rasulullah adalah nabi dan rasul, pemimpin negara, panglima perang, guru, suami, ayah, hingga kakek dari cucu-cucunya.

Namun, seabrek peran tersebut tidak membuatnya lupa dengan cucunya. Beliau begitu menyayangi anak-anak yang mungkin justru banyak merepotkan. Beliau bermain-main dengan cucunya.

Memeluk, menggendong, dan menciumi mereka sebagai tanda kasih sayang. Peran menyayangi anak-anak sama besarnya dengan peran kenabian. Sehingga, menyayangi anak-anak adalah bagian dari tuntunan agama ini. Jika hendak disayang, sayangilah orang, meskipun dia anak-anak.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Fluktuatif, Isuzu Harap Ada Insentif Baru untuk Kendaraan Niaga
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
War Tiket Mudik Gratis Lebaran 2026 Dishub Jabar Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Sidang Narkotika, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi Pemilik Barang
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Dokumen FBI Sebut Donald Trump Pernah Peringatkan Polisi Soal Jeffrey Epstein
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pengamat: Polri Harus Berbenah dari Mentalitas hingga Sistem Pengawasan
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.