Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebanyak 149 pasar rakyat dari 166 pasar yang terdampak bencana Sumatra telah kembali beroperasi. Sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan yang mayoritas berada di Provinsi Aceh.
"Dari 166 pasar rakyat prioritas tersebut, teridentifikasi 93 unit pasar rusak ringan, 12 unit pasar rusak sedang, dan 61 unit pasar rusak berat," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 11 Februari 2026.
Budi memastikan pihaknya terus melakukan upaya perbaikan dengan menggandeng pihak-pihak terkait. Langkah awalnya, mereka akan melakukan pendataan awal, bekerja sama dengan dinas yang membidangi perdagangan beserta kementerian/lembaga terkait. Pendataan dimulai dari melaporkan data pasar terdampak melalui Situs utama untuk data Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) BNPB.
Baca Juga :
Kemendag Pastikan Harga Minyakita Turun Sebelum Ramadan"Dengan rincian: Provinsi Aceh dari 116 pasar yang terdampak, sudah 99 pasar yang beroperasi; Sumatra Utara, dari 47 pasar keseluruhannya sudah beroperasi; dan Sumatra Barat, dari tiga pasar terdampak sudah beroperasi seluruhnya," kata Budi.
Sementara itu, Kemendag mencatat 259 toko swalayan telah beroperasi kembali secara normal. Data tersebut diperoleh berdasarkan komunikasi bersama Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo).
Dari " 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana, sebagian besar atau sekitar 95 persen, yaitu 259 toko swalayan telah beroperasi kembali secara normal. Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat akhir Februari 2026," ucapnya.




