FAJAR, BONE– Jemaah haji termuda tahun ini berasal dari Kabupaten Bone. Berusia 13 tahun, ia menggantikan ibunya yang meninggal dunia. Jemaah tertua tercatat berusia 105 tahun.
Jemaah termuda tersebut tercatat atas nama Muhammad Fadhel Anugerah, lahir 25 Juni 2012, berstatus pelajar Kelas II MTs 1 Bone.
Ayah Fadhel, Bachri, mengungkapkan proses persiapan pelimpahan porsi haji telah ia upayakan sejak beberapa bulan terakhir dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Kalau persiapan sebenarnya dari empat bulan lalu. Saya sudah berusaha agar anak saya yang mengganti. Persyaratan tahun lalu itu 18 tahun baru bisa berangkat. Namun, ada aturan umur 13 tahun sekarang sudah bisa,” ujarnya.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah memastikan sang anak siap secara mental dan memahami makna ibadah haji sebagai panggilan ibadah, bukan sekadar perjalanan biasa.
Menurut Bachri, anaknya juga telah menyatakan kesiapan mental untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bone, Muh. Rafi As’ad,menjelaskan aspek kesehatan jemaah menjadi perhatian utama sebelum pelunasan biaya haji dilakukan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan jemaah memenuhi syarat istito’ah.
Terkait jemaah termuda, Rafi mengungkapkan bahwa keberangkatan tersebut dilakukan melalui mekanisme pelimpahan porsi haji dari orang tua kepada anak. Dalam kasus ini, jemaah termuda menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia.
Selain itu, Rafi menyampaikan bahwa persiapan haji di Kabupaten Bone sejauh ini berjalan lancar. Manasik haji telah dilaksanakan di tingkat kecamatan dan akan dilanjutkan di tingkat kabupaten dengan melibatkan berbagai pihak.
Ia menambahkan, seluruh jemaah calon haji Bone telah menyelesaikan pelunasan biaya haji. Kendala yang masih ditemui saat ini berkaitan dengan proses biometrik paspor dan visa. (an/lin)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499791/original/008666000_1770794676-1001842419.jpg)