JAKARTA, KOMPAS.com - PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) memastikan pasokan pangan di Jakarta tetap aman menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026.
Perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta itu menggandeng sejumlah daerah penghasil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Ketersediaan pasokan ini ada kerja sama antar daerah stand by buyer dan on farming,” kata Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Dodot Tri Widodo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Jelang Ramadan, Satgas Pangan DKI Awasi Harga dan Cegah Penimbunan
Untuk menjaga pasokan beras, Food Station bekerja sama dengan daerah seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Kerja sama dilakukan dengan membeli gabah dari petani dan membiayai petani untuk menanam padi.
Saat ini, stok beras yang dikelola Food Station mencapai 80.000 ton.
Selain itu, di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tersedia rata-rata 40.000 ton per hari.
Kebutuhan beras di Jakarta sekitar 2.500 ton per hari atau 70.000–75.000 ton per bulan.
"Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali. Kalau dihitung dari kebutuhan harian, stok yang ada dalam kondisi aman,” ujarnya.
Selain beras, Food Station juga menambah pasokan komoditas lain. Stok gula pasir yang ada 192 ton akan ditambah 1.447 ton.
Minyak goreng yang tersedia 36.234 liter akan ditambah 643.530 liter.
Baca juga: Pramono Gandeng BPKP Awasi Pemprov DKI, Audit Dibuka Tanpa Batas
Stok telur 4,1 ton akan ditambah 1.002 ton, dan tepung terigu 25 ton akan ditambah 63,2 ton.
Untuk menjaga harga tetap terjangkau, Food Station menggelar operasi pasar murah setiap hari di 10 titik, terutama di kelurahan dan rumah susun.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan, tidak boleh ada kekurangan stok atau lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Idulfitri.