FAJAR, MAKASSAR – Mahasiswa semester enam STIE Ciputra Makassar telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam membantu UMKM Vioniema menghadapi tantangan promosi digital di media sosial.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) atau Social Impact Challenge yang mengangkat tema “Penamdpingan Manajemen Media Sosial UMKM Vioniema”.
UMKM Vioniema merupakan usaha pemberdayaan masyrakat yang berdiri sejak tahun 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Usaha ini diawali dengan produksi kacang langkoseng yang dipasarkan melalui sistem titip jual di warung dengan harga Rp800 per bungkus. Produk tersebut mendapat respons pasar yang cukup baik dan menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai cemilan harian.
“Saat ini sih, produk yang paling diminati itu kacang langkoseng, sudah banyak dipasarkan di ritel ritel, salah satunya ada Amanda Brownies,” ujar Owner Vioniema, Emma Salma.
Meski sudah cukup terkenal, Sayangnya UMKM Vioniema masih kurang aktif dalam promosi digital di sosial media. Adanya keterbatasan pengetahuan dalam manajemen sosial media serta kekurangan SDM yang ahli dalam mempromosikan secara digital.
Ada 9 mahasiswa STIE Ciputra Makassar yang terlibat dalam program ini. Mereka adalah Florencia bersama Reyna, Nadya, Jesslyn, Jennifer, Meisyelin, Michelle, Gladys, dan Veilinesia.
Kegiatan ini dilaksanakan dibawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah Social Media Marketing Analytics, Dr. Erwin Parega, S.E., M.M., CDMP, CCC. Menurut Erwin, program ini menjadi bentuk implementasi nyata dari pembelajaran di kelas dengan melibatkan mahasiswa secara langsung di lapangan agar mampu memberikan dampak bagi masyrakat.
“Saya berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi nyata dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,” ujar Dr. Erwin.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendampingi UMKM Vioniema mulai dari penyusunan kalender konten selama satu bulan, produksi konten yang meliputi penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan, serta melakukan unggahan sebanyak 21 konten secara konsisten dan memasang meta ads di Facebook dan Instagram.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan analisis kinerja sosial media menggunakan empat metrik untuk mengukur jangkauan dan efektivitas konten, kemudian mempresentasikan hasilnya kepada Owner UMKM Vioniema.
Pemilik UMKM Vioniema, Emma Salma, mengaku sangat terbantu dengan pendampingan tersebut. “Konten yang diproduksi sangat bagus dan berhasil menarik banyak penonton. Kontennya menarik sekali di mata saya,” ucap Emma Salma.
Bagi Florencia selaku ketua tim, kegiatan ini memberi banyak sekali pengalaman yang tidak hanya berguna secara akademik tetapi bisa menjadi bekal penting untuk pengembangan portofolio di masa mendatang.
”Kami belajar langsung bagaimana merancang dan memproduksi konten media sosial yang menarik sekaligus informatif. Tantangannya banyak, tetapi pengalamannya sangat berharga,” kata Flo, sapaannya.
Program PKM ini sekaligus menjadi cerminan komitmen STIE Ciputra Makassar dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya andal secara akademis, tapi juga peduli terhadap pengembangan ekonomi lokal melalui sinergi mahasiswa dan pelaku usaha. Program ini menjadi bagian dari komitmen STIE Ciputra Makassar dalam mendukung UMKM lokal, sekaligus menyiapkan mahasiswa yang siap terjun ke dunia profesional dengan pengalaman lapangan yang relevan. (*)





