Penulis: Muhammad Ridwan
TVRINews - San Francisco, Amerika Serikat
Pengguna dapat berbicara ke perangkat atau aplikasi, dan dalam hitungan detik, ucapan tersebut diterjemahkan ke bahasa lisan maupun tulisan yang dipilih.
Menjelang gelaran Piala Dunia 2026, Santa Clara, California, tengah bersiap menghadapi gelombang pengunjung internasional yang bakal datang. Kepolisian setempat meluncurkan proyek percontohan Pocketalk, teknologi terjemahan ucapan yang bisa menerjemahkan percakapan.
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan intensif aparat penegak hukum untuk memastikan komunikasi lancar antara deputi, petugas pemasyarakatan, dan suporter yang tidak berbicara bahasa Inggris. Ada 92 bahasa yang mampu diterjemahkan teknologi tersebut.
Stadion Levi’s di Santa Clara, wilayah Bay Area San Francisco, akan menjadi tuan rumah enam pertandingan Piala Dunia 2026. Dengan perkiraan FIFA, total 6,5 juta penonton hadir langsung ke stadion-stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hadirnya pengunjung internasional dari berbagai bahasa membuat komunikasi yang lancar menjadi tantangan sekaligus prioritas.
“Ini bisa benar-benar meningkatkan komunikasi, terutama bagi para deputi yang bertugas di lapangan,” kata Brooks Jarosz, juru bicara kepolisian dikutip States Coop.
“Ini bukan mandat atau kewajiban bagi deputi, melainkan alat tambahan yang opsional agar mereka bisa berkomunikasi lebih baik dengan pengunjung maupun warga,” Jarosz menambahkan.
Mirip dengan Google Terjemahan, pengguna dapat berbicara ke perangkat atau aplikasi, dan dalam hitungan detik, ucapan tersebut diterjemahkan ke bahasa lisan maupun tulisan yang dipilih. Jarosz menyebut bahwa departemen telah meninjau teknologi ini dari sisi privasi dan keamanan data, memutuskan untuk tidak menambahkan penyimpanan data, serta hanya menggunakan alat ini untuk keperluan investigasi selama masa uji coba.
Meski demikian, percakapan akan tersimpan di aplikasi selama 24 jam. Proyek percontohan ini resmi diluncurkan pada 2 Februari 2026.
“Kami ingin deputi bisa meninjau kembali atau melihat seperti apa percakapannya,” ujar Jarosz.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar oleh departemen kepolisian untuk memodernisasi teknologi penegakan hukum, termasuk menjajaki penggunaan drone sebagai penindak pertama. Lalu memperluas penggunaan pembaca plat nomor untuk pelacakan kejahatan, dan meluncurkan basis data publik yang lebih luas untuk transparansi yang lebih besar.
Semua langkah ini dirancang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung internasional di tengah sorotan dunia, sekaligus menegaskan bahwa Santa Clara siap menjadi tuan rumah yang responsif dan modern saat Piala Dunia 2026 berlangsung.
Editor: Muhammad Ridwan





