Pelatihan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad) direncanakan akan dimulai pada bulan April. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyusun program ini dengan tujuan mencetak 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga.
"Untuk rencana ke depan, pelatihan Komcad ASN direncanakan dimulai pada April, dengan sasaran ASN dari 49 kementerian/lembaga yang berada di Jakarta," ujar Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait, dilansir dari CNN.
Pengaturan teknis, termasuk tahapan dan kuota per instansi, sedang dalam proses koordinasi dan akan diumumkan secara resmi setelah ditetapkan.
Kegiatan pelatihan ini bersifat sukarela, di mana setiap ASN yang berpartisipasi melakukannya atas dasar keinginan sendiri, tanpa adanya paksaan.
"Akan diumumkan secara resmi setelah ditetapkan, dan prinsipnya adalah sukarela," ujarnya.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan sumber daya manusia yang mendukung komponen utama negara dalam hal pertahanan. Melalui program ini, diharapkan para ASN memiliki kemampuan yang memadai untuk membantu dalam situasi darurat yang memerlukan dukungan dari masyarakat sipil.
Dukungan dari TNI Angkatan Darat Fasilitas Latihan TNI ADTNI Angkatan Darat (TNI AD) menyatakan siap untuk mendukung pelatihan ini dengan memanfaatkan fasilitas latihan yang dimiliki.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa TNI AD memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan untuk pelatihan ASN. Namun, rincian tentang lokasi dan waktu pelatihan masih akan ditentukan oleh pihak Mabes TNI.
Peran TNI Dalam Menyukseskan ProgramPeran TNI dalam suksesnya program ini sangat penting, mengingat mereka akan menjadi penyelenggara utama pelatihan. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, TNI AD diharapkan dapat memberikan materi pelatihan yang berkualitas serta bimbingan yang tepat bagi ASN yang terlibat.
Kesiapan Sumber Daya ManusiaKemampuan dalam mengelola dan melatih ASN juga bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di dalam TNI AD sendiri. Jenderal Maruli menyatakan bahwa pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatu dengan maksimal agar pelaksanaan pelatihan dapat berjalan lancar dan efektif. Penggunaan fasilitas latihan serta tenaga pengajar yang berpengalaman akan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Keterlibatan Kementerian dan Lembaga Partisipasi 49 Kementerian/LembagaKemhan meminta partisipasi dari 49 kementerian dan lembaga untuk mengirimkan nama-nama ASN yang akan dilatih menjadi Komcad. Hal ini menunjukkan komitmen untuk melibatkan berbagai sektor dalam program pelatihan, yang akan mencakup banyak bidang dan keahlian yang berbeda.
Proses Pengiriman Nama ASNProses pengiriman nama ASN akan dilakukan secara tertib dan terkoordinasi. Setiap instansi diharapkan dapat mengirimkan daftar nama ASN yang dianggap memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan.
Koordinasi Antara InstansiKoordinasi antara berbagai kementerian dan lembaga juga penting untuk menghindari duplikasi dan memastikan bahwa setiap ASN yang diusulkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam program ini. Rapat koordinasi dan diskusi antar instansi akan diadakan untuk mematangkan rencana pelaksanaan pelatihan sehingga semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama tentang proses dan tujuan pelatihan ini.





