BEM SI Jatim Kecewa DPRD Jatim Tidak Mau Dengarkan Tuntutan Massa Aksi

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur kecewa pada Musyafak Rouf Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim yang hanya menemui massa aksi sebentar.

Pantauan suarasurabaya.net, Musyafak sempat menemui mahasiswa di tengah-tengah seruan aksi. Tapi, tidak sampai 10 menit, dia kembali masuk ke gedung dewan dengan pengawalan.

Rizqi Senja Koordinator Aksi mengatakan, Musyafak tidak menyampaikan alasan apapun saat meninggalkan lokasi aksi. Saat diminta duduk bersama dan berdiskusi, Musyafak tidak mau dan memilih kembali masuk ke dalam gedung meski sempat ditahan oleh massa aksi.

Menurut Senja, sikap Musyafak menandakan dia tidak mau mendengarkan rakyat dan itu menjadi salah satu bentuk pengkhianatan.

“Dengan sikap yang seperti itu, kami massa aksi sepakat bahwa ternyata bahkan dari ketua DPRD Jawa Timur sendiri benar-benar tidak mau mendengarkan kami. Jadi kami rasa itu salah satu bentuk pengkhianatan dari DPR Jawa Timur terhadap masa aksi hari ini,” katanya pada suarasurabaya.net, Rabu (11/2/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya, Aliansi BEM SI Jatim membawa lima tuntutan dalam aksi hari ini. Di antaranya, status 11 Juta PBI yang dinonaktifkan BPJS, Pilkada oleh DPRD, pengangkatan pegawai MBG jadi ASN dan mendiskreditkan guru honorer, deforestasi hutan, serta penangkapak aktivis.

Seruan aksi dilakukan oleh aliansi BEM SI Jatim karena mereka menilai selama ini gerakannya seperti dibatasi oleh Pemerintah.

Selain itu, selama lebih dari satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, rakyat lebih sering menerima kabar buruk dari Pemerintah. Hal itu membuat mahasiswa di bawah BEM SI Jatim, bergerak untuk melakukan seruan aksi.

“Sejauh ini gerakan kami seakan-akan dibatasi. Gerakan kami seakan-akan melempem. Dari situ pemerintah berkali-kali menyampaikan banyak sekali kabar buruk kepada rakyat. Kami merasa ini terlalu melewati batas. Makanya kami langsung bergerak mengonsolidasikan diri sehingga nantinya harapannya gerakan-gerakan di daerah-daerah lain juga lebih masif,” jelasnya.

Senja menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan aksi jika anggota dewan tetap tidak mau mendengarkan seruan mahasiswa.

Meski begitu, saat ditanya soal aksi lanjutan, Senja menyebut masih akan membahas hal itu dengan teman-teman mahasiswa yang lain.

“Untuk aksi lanjutan tentu kami akan coba konsolidasikan terlebih dahulu. Hanya saja yang pasti aksi di media akan berlanjut setelah ini,” tutupnya.(kir/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ikuti Jejak Pemain Senior, Bek Persebaya Dapat Beasiswa Kuliah di Surabaya
• 6 jam lalubola.com
thumb
Gelar Diskusi Ekonomi, PDIP Beri Masukan Konstruktif Buat Presiden Prabowo
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Jabar Cek Kesiapan Sopir dan Kendaraan Jelang Mudik 2026
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Wali Kota Munafri Tinjau Karya Inovasi Anak Muda Makassar Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
• 7 jam laluterkini.id
thumb
BEV Makin Diterima Konsumen, BYD Optimistis Pimpin Pasar Indonesia
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.