Liputan6.com, Jakarta - Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) Indonesia turun menjadi 34 pada 2025, atau merosot tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 37.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menilai penurunan indeks tersebut dapat menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
"Ya, salah satu faktornya pastilah itu, meski bukan satu-satunya faktor,” kata Said di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Said mengaku cukup terkejut dengan turunnya skor CPI Indonesia, terutama di tengah gencarnya penegakan hukum belakangan ini.
“Cukup mengagetkan. Di balik gencarnya aparat penegak hukum, justru indeks persepsinya turun. Namun, saya tidak akan mengatakan ini sebagai anomali lagi,” ujarnya.
Senada, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan keprihatinannya atas penurunan tersebut. Menurut Hasto, upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari penegakan hukum yang tertib, konsisten, dan didukung keteladanan aparat.
“Hal yang paling dilarang untuk dilanggar adalah aparat penegak hukum itu sendiri, karena mereka oleh undang-undang mendapatkan kedudukan yang istimewa. Kita tahu fenomena dalam proses politik, penegak hukum sering kali dilibatkan menjadi alat-alat kekuasaan. Ini yang tidak boleh terjadi,” kata Hasto.




