Pelabuhan Patimban Siap Tingkatkan Daya Saing logistik Nasional

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SUBANG - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui pengerjaan Proyek Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pelabuhan ini memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan industri di wilayah Jawa Barat.

Pembangunan Pelabuhan Patimban ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong pemerataan pembangunan ekonomi dan penguatan sektor maritim secara nasional. Proyek ini berperan dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di koridor utara Pulau Jawa serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui penyediaan infrastruktur pelabuhan berstandar internasional.

Kehadiran Pelabuhan Patimban dirancang sebagai hub logistik strategis yang terintegrasi dengan kawasan industri utama di Jawa Barat, seperti Karawang dan Subang. Pelabuhan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, menurunkan biaya logistik nasional, serta mempercepat distribusi ekspor dan impor, khususnya pada sektor otomotif dan manufaktur.

Pelabuhan Patimban ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional. Proyek Pelabuhan ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan efisiensi rantai pasok industri nasional, serta menjadi simbol keunggulan konstruksi BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian industri Indonesia.

Hingga saat ini, progres pembangunan Proyek Pelabuhan Patimban telah mencapai 83,37%, melampaui rencana progres. Pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pekerjaan reklamasi dan pavement sebagai bagian dari penyelesaian infrastruktur utama pelabuhan. Proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026 dan pelaksanaannya masih berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

Dalam pelaksanaannya, WIKA menyelesaikan berbagai pekerjaan utama konstruksi maritim dan infrastruktur pendukung pelabuhan secara terintegrasi. Seluruh pekerjaan dikendalikan secara ketat dari aspek mutu, waktu, dan biaya guna memastikan pembangunan berjalan optimal dan sesuai standar teknis yang ditetapkan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan bahwa WIKA berkomitmen menyelesaikan proyek Pelabuhan Patimban secara profesional dan berkelanjutan.

“WIKA terus melakukan percepatan pekerjaan serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan Pelabuhan Patimban dapat diselesaikan sesuai target serta memberikan manfaat optimal bagi penguatan konektivitas logistik nasional,” ujar Agung BW.

Dalam pembangunan Pelabuhan Patimban, WIKA juga menerapkan berbagai inovasi konstruksi maritim. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan silt curtain pada pekerjaan pengerukan (dredging) untuk meminimalisir penyebaran sedimen dan menjaga kualitas air di sekitar area proyek. Selain itu, WIKA juga menerapkan teknologi Cement Deep Mixing (CDM) sebagai metode perbaikan tanah untuk meningkatkan stabilitas struktur pelabuhan.

Penerapan inovasi tersebut berkontribusi terhadap efisiensi pelaksanaan pekerjaan dengan meminimalisir gangguan lingkungan yang berpotensi menghambat operasional pengerukan, sehingga jadwal proyek tetap terjaga. Dari sisi kualitas konstruksi, pengendalian sedimentasi membantu memastikan kedalaman alur pelayaran sesuai spesifikasi teknis. Sementara itu, penerapan teknologi perbaikan tanah meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap beban muatan berat serta risiko abrasi, khususnya pada kondisi tanah lunak.

Dari sisi keberlanjutan, WIKA menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat di seluruh tahapan pekerjaan untuk mendukung target zero accident. Selain itu, pengelolaan lingkungan dilakukan melalui penerapan teknologi konstruksi ramah lingkungan, pengendalian sedimentasi, serta pengelolaan limbah secara sistematis sebagai wujud implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HSBC Indonesia Buka Akses Investasi Saham AS Lewat Reksa Dana Syariah, Bidik Inovasi Teknologi dan Tren Global
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Persib Jajal Tiga Pemain Anyar Kontra Ratchaburi, Kurzawa Hingga Castel
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Roy Cs: Salinan Ijazah Jokowi dari KPU 99 Persen Palsu
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Longsor Cisarua Bandung Barat: 80 Jenazah Teridentifikasi, 15 Masih Diperiksa
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Aksi Pria di Sunter Nekat Curi Besi Jembatan meski Lalu Lintas Ramai
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.